Berita

foto :net

Olahraga

KONI Akan Gunakan E-Katalog Hadapi Event Nasional Dan Internasional

SELASA, 29 DESEMBER 2015 | 09:35 WIB | LAPORAN:

Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan berupaya mencegah terjadinya keterlambatan suplai peralatan bagi para atlet yang akan berlaga di ajang multievent nasional maupun internasional. Salah satunya dengan  menerapkan penggunaan E-katalog bagi para induk cabang olahraga (cabor) pada 2016.

Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman memastikan, tidak akan mengalami kendala dalam menerapkan model tersebut. Sebab, terang dia, metode tersebut sudah disampaikan ke beberapa induk cabor dan akan diperuntukkan bagi persiapan kebutuhan peralatan umum dan khusus atlet.

"Kami terus mencari solusi tepat melalui e-katalog, yang akan diisi setiap induk cabor untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan. Dengan menggunakan e-katalog, mudah-mudahan tidak ada lagi ketelambatan peralatan yang selama ini kerap terjadi," tegasnya di Jakarta.


Lebih lanjut dikatakan, pendataan e-katalog sendiri harus diserahkan kepada KONI oleh setiap induk cabor maksimal pada akhir Desember 2015. Sehingga, persiapan kebutuhan bisa dengan cepat dilakukan.

"Kami sudah sosialisasikan, dan Desember semua e-katalog akan segera dikumpulkan," papar Tono.

Sebelumnya, KONI Pusat memberikan peralatan umum dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada 32 induk cabor yang sudah didata sejak awal 2015. Mereka nantinya, akan berlaga di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

"Saya berterima kasih pada Kemenpora atas penyerahan peralatan umum untuk atlet yang masuk pada SK Prima yang telah diprogram 2015. Semoga kebutuhan ini bisa segera melengkapi persiapan. Dengan kebutuhan ini, atlet bisa lebih fokus dan pada tahun berikutnya, peralatan juga semakin lancar diserahkan," pungkasnya.[wid]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya