Berita

foto: reuters

Dunia

Serangan Udara AS Tewaskan Lebih Dari 20 Tentara Irak

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 08:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Lebih dari 20 tentara Irak tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan udara yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

Demikian dikatakan Kepala Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Hakim al-Zamili, kepada kantor berita Sputnik.

"Brigade ke-55 dihantam penerbang AS. Lebih dari 20 tentara tewas dan lebih dari 30 prajurit terluka akibat serangan udara, " kata Zamili.


Awalnya,dilaporkan lebih dari 30 orang tewas dalam tragedi itu yang terjadi di dekat kota Al-Naimiya di provinsi Fallujah itu.

Pembantaian itu terjadi tak lama setelah pasukan Irak telah membebaskan "wilayah strategis penting" dari Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Jumlah korban tewas mungkin meningkat, karena banyak tentara Irak yang terluka berat.

"Amerika Serikat melakukan serangan udara dengan 100 persen presisi. Bagaimana bisa mereka keliru berkilo-kilo meter jauhnya?" ucapnya.

Zamili mengatakan kejadian itu sangat berbahaya dan negaranya tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.

Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi, menginstruksikan investigasi atas serangan udara tersebut.

Ada kemungkinan, menurut pejabat keamanan, Irak akan membawa kejadian ini ke pengadilan. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya