Berita

Dunia

Bantuan Rakyat Indonesia Jangan Sampai Memecah Bangsa Palestina

JUMAT, 18 DESEMBER 2015 | 08:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Din Syamsuddin, mengimbau, bagi rakyat Indonesia yang ingin membantu bangsa Palestina agar memberi bantuan secara resmi melalui Kedutdaan Besar Palestina.

Din yang juga menjabat Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina, mengimbau rakyat Indonesia tidak memberikan bantuan melalui sebagian faksi tertentu di Palestina yang bisa mengganggu persatuan rakyat Palestina.

Hal itu disampaikan Din dalam Kuliah Peradaban di Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) yang menghadirkan Duta Besar dan Pengamat Tetap Negara Palestina (Ambassador and Permanent Observer of the State of Palestine) untuk PBB, Dr. Riyad Mansour,di bilangan Menteng, Jakarta, kemarin.


Din juga menambahkan prakarsa Indonesia membantu Palestina akan semakin terjalin dengan rencana pembukaan konsulat kehormatan di Ramallah.

Sementara, Mansour menambahkan bahwa persatuan sangat penting bagi perjuangan bangsa Palestina.

Ia juga menegaskan bahwa baik umat Muslim, Kristen, maupun Yahudi berhak memiliki hubungan spiritual dengan Jerusalem karena sejarah bersama. Namun, yang memiliki hak untuk membentuk negara yang berdaulat adalah rakyat yang memang tinggal di wilayah tersebut.

Sebenarnya saat ini sudah ada perkembang sikap dan pemikiran dari kalangan rakyat Palestina dengan menerima solusi dua negara (two-state solution).

"Itu pun Israel tidak mau, karena mereka tetap berkeras menghendaki seluruh wilayah," keluh Mansour. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya