Berita

luhut panjaitan/net

Politik

KISRUH FREEPORT

Luhut Akan Bantu Hadirkan Rekaman Asli Dan Riza Chalid

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 16:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menko Polhukam, Luhut Panjaitan, bersedia membantu Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menghadirkan rekaman asli pembicaraan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid.

Luhut juga mau membantu MKD agar membujuk Riza Chalid agar hadir di MKD untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran etika Setya Novanto dalam pertemuan di Ritz Carlton, Jakarta, pada 8 Juni 2015.

Luhut menyanggupi itu setelah diminta oleh Anggota MKD asal Fraksi PAN, A. Bakrie.


"Apakah bersedia membantu kami menghadirkan Muhammad Riza Chalid dalam sidang beserta bukti rekaman asli dari Kejaksaan?" tanya Bakrie kepada Luhut dalam persidangan, Senin (14/12).

Sebelumnya memang Luhut mengaku memiliki hubungan teman dengan Riza. Bahkan pertemanannya dengan Riza cukup intensif setelah ia menjabat di pemerintahan Jokowi-JK. Hal itu karena Riza memiliki hubungan dekat dengan Koalisi Merah Putih (KMP) yang menjadi oposisi pemerintah.

Luhut berjanji berkoordinasi dengan Kapolri untuk menemukan dan membawa Riza Chalid yang saat ini diduga sedang berada di luar negeri.

"Juga ke Jaksa Agung agar dihadirkan bukti rekaman asli," jawab Luhut.

Luhut sebelumnya menegaskan, hubungannya dengan Setya Novanto sebagai sesama pejabat negara, dan tidak ada hubungan bisnis. Begitu juga dengan Riza, bahwa pertemanannya semata untuk menyambung komunikasi dengan KMP, bukan kepentingan bisnis. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya