Berita

OESMAN SAPTA/RMOL

Oso: Kita Jangan Mau Dipecah Belah Politikus Busuk Yang Diperalat Asing

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 09:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bangsa Indonesia sedang berada dalam krisis nasionalisme. Salah satu buktinya, pertengkaran di antara elite politik yang sebetulnya mempermalukan bangsa dan menyakiti hati rakyat Indonesia.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang yang akrab dipanggil Oso, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI hasil kerjasama DPD RI Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (12/12), yang dihadiri lebih dari 2 ribu anggota Menwa.

"Kenapa bangsa kita ini berkelahi di sana sini dan berbeda di sana sini? Karena mereka tidak pahami Pancasila , UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," tegas Oso.


Oso mengatakan, pertikaian itu sebetulnya bersumber dari elite politik. Rakyat banyak sudah menyadari pentingnya kesatuan.

Ia mencontohkan, pada 9 Desember, bangsa Indonesia menyelenggarakan Pilkada serentak dengan damai. Pelaksanaan sukses dan kondusif menggembirakan. Tapi, lanjut Oso, kalau ditanya ke Polri dan TNI apa yang membuat Pilkada bisa aman dan tertib, maka mereka akan menjawab itu karena peran rakyat.

"Karena masyarakat tak mau diadu domba hanya karena Rp 100 ribu untuk memilih pemimpin yang tidak bermartabat," ujarnya.

Karena itu ia mengaku begitu geram kalau membaca media massa di mana para elite politik bertengkar karena urusan pragmatis.

"Masya Allah, kapan selesainya? Kita anak bangsa jangan mau dipecah belah intervensi asing dan politikus busuk yang diperalat asing. Karena itu berpeganglah pada Pancasila," tegas Oso lagi.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dilanjutkan Seminar Nasional Bela Negara.

Acara ini juga menghadirkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Pangdam VII/Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto dan anggota DPD RI Bahar Ngitung. [ald] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya