Berita

istimewa

Politik

PILKADA SERENTAK

Pospera: Partisipasi Rendah Di Kepri Karena Mobilisasi Aparat Berlebihan

JUMAT, 11 DESEMBER 2015 | 23:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partisipasi pemilih di Pilkada Kepulauan Riau pada 9 Desember lalu dianggap cukup rendah. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat jumlah partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kota Batam, Kepulauan Riau, cukup rendah yakni hanya sebesar 50,24 persen dari total DPT.

Salah satu dugaan penyebabnya adalah mobilisasi aparat keamanan yang berlebihan sehingga membuat masyarakat ketakutan untuk datang ke TPS. Hal tersebut terungkap dari banyaknya pengaduan yang diterima oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kepulauan Riau terkait dugaan intervensi aparat keamanan dalam proses Pilkada di Kepulauan Riau.

"Dari data yang masuk di kami, lebih dari 100 peristiwa yang dilaporkan terjadi di kota Batam dan sekitarnya adalah ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS akibat situasi mencekam ditimbulkan berkeliarannya aparat keamanan dengan senjata lengkap di sekitar TPS dan pemukiman warga," tutur Ketua DPD Pospera Kepri, Azhari, dalam surat elektronik yang diterima wartawan, Jumat (11/12).


Ia juga menuturkan sejumlah laporan juga secara spesifik menunjukkan indikasi adanya keberpihakan aparat keamanan terhadap salah satu pasangan calon.

"Warga pendukung pasangan calon nomor 2 banyak melaporkan adanya upaya intimidasi yang membuat mereka jadi ketakutan untuk datang ke TPS, sementara di sisi lain para pendukung kubu sebelah justru terlihat dimobilisasi bahkan dikawal untuk datang ke TPS. Ini cukup mengejutkan kami," tuturnya.

Pospera sendiri memastikan bahwa pihaknya akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut melalui kuasa hukum resmi pasangan calon nomor urut 2 (Soerya Respationo dan Ansar Ahmad).

Sementara, masih menurutnya, sejumlah warga mengaku terjadi mobilisasi aparat keamanan di seluruh penjuru kota Batam sejak hari tenang hingga hari H pemilihan. Seorang warga Kecamatan Batam Kota menyatakan bahwa di tiap-tiap gang, patroli aparat berseragam loreng dengan senjata lengkap dan sejumlah Babinsa tak berseragam lebih mendominasi dibandingkan polisi. Para petugas itu tak jarang menanyai masyarakat yang berkumpul.

Sementara warga perumahan di Sagulung menyatakan bahwa rumahnya sempat difoto oleh aparat keamanan tanpa alasan jelas. Dia yang merupakan pendukung pasangan nomor urut 2 mengaku terintimidasi.

Kubu Soerya-Ansar sendiri dalam pernyataan persnya menilai bahwa telah terjadi tindakan kecurangan secara terorganisir, masif dan terstruktur yang melibatkan aparat TNI AD, baik dalam bentuk pernyataan terbuka maupun tindakan langsung di lapangan.

"Juga ditemukan berbagai kasus di lapangan bahwa rumah yang ditempeli stiker pasangan SAH tidak menerima surat undangan mencoblos," ujar anggota tim Hukum dari paslon nomor urut 2, Sirra Prayuna.

Selain itu banyak juga kasus penolakan terhadap warga yang memiliki KTP sah dan datang ke TPS. Padahal waktu Pilpres 2014, lalu mereka diperbolehkan memilih. Sirra berharap KPU dan Bawaslu dapat segera memproses indikasi tersebut karena sangat mempengaruhi perolehan suara dan proses pemilu jujur adil. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya