Berita

Sutiyoso:net

Wawancara

WAWANCARA

Sutiyoso: Kekurangan Surat Suara Terjadi Hampir Di Seluruh Daerah Yang Melaksanakan Pilkada

JUMAT, 11 DESEMBER 2015 | 08:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pilkada serentak yang berlangsung Rabu kemarin, me­nyisakan banyak persoalan. Mulai dari tindak kekerasan hingga ketidaknetralan pihak penyelenggara. Pensiunan jenderal bintang tiga ini memaparkan sejumlah temuan­nya sepanjang hari Hpilkada serentak;

Temuan BIN, apa ada kend­ala logistik di pilkada serentak kali ini, dalam hal surat suara misalnya?
Kekurangan surat suara ter­jadi hampir di seluruh daerah yang melaksanakan pilkada. Akan tetapi dapat diatasi den­gan menggunakan surat suara cadangan.

Artinya hari H pilkada serentak seluruh Indonesia masih terbilang sukses dan kondusif?

Artinya hari H pilkada serentak seluruh Indonesia masih terbilang sukses dan kondusif?
Alhamdulillah pilkada ser­entak sampai pukul 17.00 WIB saat itu relatif kondusif, semua rangkaian pencoblosan telah berlangsung di 264 wilayah 8 pilgub, 34 pilkot, 242 pilbup, dan saat ini sebagian besar telah menyelesaikan penghitungan hasil perolehan suara.

Catatan Anda, ada berapa banyak tindak kekerasan yang terjadi selama hari H itu?
Tindak kekerasan terjadi di banyak daerah. Di Kabupaten Nias misalnya terjadi pemuku­lan oleh kades terhadap pemilih. Di Kabupaten Nias Selatan, pemukulan warga oleh KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Selain itu di Kabupaten Keerom, pemukulan terhadap Ketua KPPS dan PPL (Pengawas Pemilihan Lapangan) oleh warga. Selanjutnya di Kabupaten Manokwari Selatan, pe­mukulan oleh kepala kampung kepada Timses David-Maxi Ahuren. Tapi semua kejadian itu bisa diatasi dengan baik oleh petugas di lapangan. Karena memang di pilkada kali ini selu­ruh kekuatan aparat dikerahkan secara penuh

Terkait netralitas penye­lenggara apakah ada temuan BIN?
Berdasarkan pantauan kasus netralitas penyelenggara me­mang jumlahnya tidak terlalu banyak. Di antaranya, terjadi di Kabupaten Kebumen (Jawa Tengah), KPPS dan Linmas mendukung paslon nomor 2. Kemudian di Kabupaten Kaur, Bengkulu, Panwascam dukung calon nomor 2.

Selain itu, apalagi per­masalahan menonjol lain yang anda temui?
Permasalahanmenonjol masih hampir sama dengan pemilu-pemilu lain di antaranya; money politics. Kasus politik uang ini berdasarkan pengamatan kami terjadi di banyak daerah terutama di daerah-daerah terpencil seperti di Kabupaten Karo, Tobasa, Asahan, Nias Utara Sumatera Utara. Kemudian Kabupaten Kerinci dan Batanghari, di Jambi. Lalu Kabupaten Kaur, Bengkulu. Kabupaten Purworejo, Demak, Tara Kebumen, Purbalingga Jawa Tengah. Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kota Palu Sulawesi Tengah, Kabupaten Konawe Sultra, Kota Kotamobagu Sulawesi Utara, dan Kota Ternate Maluku Utara. Temuan ini se­muanya sudah kami tindaklanjuti ke petugas pengawas pemilihan di daerah masing-masing.

Bagaimana dengan kasus kampanye hitam?
Black campaign utamanya terjadi di beberapa daerah di luar Jawa. Di antaranya, ada di Kota Surakarta, Gowa (Sulsel), Mukomuko (Bengkulu), Halbar (Malut), Kepulauan Aru (Maluku), Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten TTU (NTT). Syukur Alhamdulillah kasus-kasus kam­panye hitam itu tidak sampai menimbulkan persoalan lanjutan. Dan kasus-kasus itu semua juga sudah kami laporkan dan ditindaklanjuti petugas pengawas pemilihan.

Kecurangan, seperti pen­coblosan lebih dari satu kali apa masih terjadi?
Pencoblosan dua kali itu terjadi di Kabupaten Muratara (Sumsel), Kabupaten Kaur (Bengkulu); Kabupaten Indramayu (Jabar); Kota Denpasar (Bali).

Apakah ada kasus pengru­sakan logistik di hari H itu?
Perusakan logistik Pilkada terjadi di Kabupaten Tuban, Jatim yaitu pembakaran formu­lir C-6. Lalu penyobekan surat suara di Kota Banjarmasin. Sementara pengrusakan ko­tak suara, terjadi di kampung Pravi Barat, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

Bagaimana dengan DPT ganda, sejauh ini ada berapa banyak laporannya?

DPT ganda terjadi di Kabupaten Buru Selatan. Di Maluku DPT ganda terjadi di 2 TPS. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya