Berita

Hukum

@Riza_Chalid: Kalian Tidak Akan Bisa Mencari Saya

KAMIS, 10 DESEMBER 2015 | 23:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Akun twitter yang diyakini milik pengusaha minyak kontroversial, Muhammad Riza Chalid, @Riza_Chalid, menyampaikan pesan bernada menantang.

Riza terlibat dalam percakapan yang berisi pencatutan nama presiden dan wakil presiden, terkait kontrak karya PT Freeport Indonesia, bersama Ketua DPR Setya Novanto dan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada 8 Juni 2015.

Dia satu-satunya orang di dalam bukti rekaman dan transkrip yang sudah diumbar ke publik, yang hingga kini belum diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI maupun Kejaksaan Agung. (Baca juga: Riza Chalid: Saya Masih Menunggu The Right Moment To Tell The Truth)


Setelah kasus itu ditangani Kejaksaan Agung, Riza semakin jadi buruan. Namun, Riza saat ini dikabarkan sedang di luar negeri. Keterangan Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, menyebut Riza sudah berada di luar negeri sejak 3 Desember lalu.

Badrodin sendiri mengaku, tidak mudah melacak keberadaan Riza. Selain itu, polisi Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk meringkus Riza di negara lain. Apalagi, status Riza masih sebatas saksi dalam kasus itu. Polri pun belum mendapat permintaan dari presiden, Jaksa Agung maupun MKD, untuk menangkap pemilik taman bermain Kidzania itu.

Di tengah polemik dalam negeri, akun twitter @Riza_Chalid, membuat kicauan yang bernada menantang. Tercatat pada 9 Desember, cuitan Riza menunjukkan keresahannya atas upaya pihak tertentu meretas akunnya,

"Someone tries to hack my account. Who?”

"Kalian tidak akan bisa mencari saya, even when you hack my account or doing anything worst than that.”

"Saya tidak merasa safe di sini. I had to disappear."

Kicauan terakhirnya menyebut bahwa dirinya akan berada di Indonesia pada Januari. Namun tak ada penjelasan di mana posisi Riza sekarang ketika orang banyak semakin membicarakannya.

Sebagian orang percaya Riza sedang bersembunyi di Singapura. Namun, dari fitur check-in yang berisikan informasi lokasi pengguna twitter pada akunnya, tertera lokasi terakhir adalah United Kingdom (Inggris). Kebenaran informasi ini belum dapat dipastikan. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya