Berita

ilustrasi/net

Hukum

Demokrat Tagih Janji Jokowi-JK Bikin KPK Tambah Kuat

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 15:19 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrat menagih janji Pemerintah yang dikomandoi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Jusuf Kalla (JK) dalam hal pemberantasan korupsi.

Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin merasa janji Jokowi-JK untuk mendukung KPK selaku lembaga penegak hukum yang fokus ke pemberantasan korupsi belum terealisasi.

"Mana janji Jokowi meningkatkan 10 kali lipat anggaran KPK dan menambah ribuan penyidik. Sampai sekarang belum terealiasi. Itu perlu kita ingatkan agar tidak lupa," ujarnya saat membuka diskusi bertema Evaluasi Akhir Tahun Pemberantasan Korupsi di Pemerintahan Jokowi-JK, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/12).


Bekas anggota Komisi III DPR RI ini malah menilai Pemerintahan Jokowi-JK belum cakap menengahi konflik antara Polri dan KPK sempat terjadi beberapa waktu lalu. Hal itu, menurut Didi, berbanding terbalik ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi presiden.

"Di saat Pak SBY memimpin 10 tahun tidak pernah ada satu sama lain institusi mempermalukan. Kita selalu jaga nama baik masing-masing lembaga," kritik dia.

Salah satu capaian SBY adalah polemik kasus korupsi simulator sim. Dia berhasil memberikan jalan tengah untuk Polri dan KPK yang memanas karena penungungkapan kasus tersebut.

"Pak SBY juga melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Kita melihat sama-sama waktu Partai Demokrat sendiri tertimpa kasus korupsi Pak SBY tidak melakukan intervensi," demikian Didi. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya