Berita

setya novanto dan joko widodo/net

Politik

MKD Harus Cari Tahu Yang Perintahkan Setnov Dan Reza Bertemu Bos Freeport

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 09:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dijadwalkan memeriksa Ketua DPR Setya Novanto pagi ini (Senin, 7/12).

MKD diminta fokus untuk mengungkap siapa sebenarnya yang memerintahkan pengusaha minyak, M. Reza Chalid dan Setya Novanto bertemu dengan bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Dalam rekaman pembicaraan terucap bahwa pertemuan di Pacific Place adalah atas dasar pertemuan sebelumnya antara  Novanto, Luhut Panjaitan dan Presiden di Surabaya. Apakah benar demikian? Apakah benar Luhut dan Jokowi terlibat? Atau itu semua hanya ucapan bohong dari Reza Chalid dan Novanto?" ujar
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak dalam keterangannya, sesaat lalu.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak dalam keterangannya, sesaat lalu.

Selain itu, menurut Bastian, MKD harus menggali tentang peran 'Darmo' ke Novanto. Menteri ESDM Sudirman Said dalam talkshow di salah satu stasiun televisi menyebut keseharian Darmo adalah tukang ojek.

"Kalau tukang ojek, dia tidak mungkin ia bisa memanggil petinggi Freeport berkali-kali. Seberapa pentingkah peran Darmo? Apalagi dalam rekaman terdengar Darmo sangat dipercaya oleh Jokowi," kata Bastian lagi.

Lebih lanjut MKD juga perlu mendalami soal pertemuan tanggal 2 Juli 2015 antara Presiden Jokowi, Sudirman Said, Maroef Syamsudin, dan Jim Bob. Pendalaman, kata Bastian, apakah pertemuan itu sebagai tindak lanjut dari pertemuan 8 Juni 2015 di Pacific Place.

Terpenting lagi, kata Bastian, kasus skandal 'rekaman Freeport' harus dibuka selebar-lebarnya agar publik mengetahui kondisi sebenarnya kelakuan para elite yang ternyata tidak memikirkan kepentingan Bangsa dan Negara, melainkan lebih mementingkan kepentingan individu dan kelompok.

"Negara ini milik 250 jiwa bangsa Indonesia, sudah seharusnya dipimpin oleh seorang yang berjiwa patriot dan seorang bangsawan yang benar-benar mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Bukannya dipimpin oleh pedagang yang mencari keuntungan sebesar-besarnya," tukas Bastian.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya