Berita

ilustrasi/net

Kisruh Papa Minta Saham Refleksi Konflik Tingkat Dewa

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 01:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kisruh rekaman pembicaraan SN dan MRC dengan SM merembet kemana-mana. Belakangan berkembangan informasi yang mengatakan bahwa kekisruhan yang sedang terjadi ini adalah refleksi dari pertarungan "tingkat dewa".

Juga ada kabar mengenai operasi khusus untuk mendemoralisasi dan mengkriminalisasi SN yang  melibatkan JK. Adapun SS, HMP dan SD disebut sebagai aktor di lapangan.‎

Skenario diawali dengan pengaduan SS ke MKD yang membawa sebagian transkip rekaman pembicaraan antara SN dan MRC dengan MS untuk mengarahkan opini publik.


SD kemudian mendatangi MKD dan menyerahkan audio rekaman pembicaraan yang diperoleh diam-diam itu.

‎Untuk memperkuat operasinya, JK menggunakan lembaga yang dipimpin HMP untuk mendorong SN. Lembaga yang dipimpin HMP pun bertindak sigap dengan melakukan penyitaan terhadap handphone milik MS.

Lalu ada juga kabar yang mengatakan HMP menghubungi salah satu pimpinan KPK, meminta agar lembaga anti rasuah bekerjasama untuk mengkriminalisasi SN.

Informasi paling baru mengatakan bahwa operasi khusus demoralisasi dan kriminalisasi‎ SN yang disutradarai JK akan terjawab dengan rekaman percakapan antara JK dengan SS, HMP dan SD. Selain itu, ada juga rekaman pembicaraan antara HMP dengan pimpinan KPK.

Kemungkinan besar rekaman ini adalah hasil penyadapan pihak-pihak yang ingin melakukan serangan balasan.

Disebutkan pembicaraan antara JK dan SS melalui sambungan telepon saat JK berada di luar negeri.

J‎K kabarnya juga menelpon SD untuk minta update perkembangan kasus ini.‎ Adapun pembicaraan permintaan bantuan antara HMP dengan petinggi KPK berlangsung setelah JK kembali ke Indonesia.

R‎edaksi sudah berupaya meminta tanggapan kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam berita ini. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya