Berita

Muhammad Nasir Djamil:net

Wawancara

WAWANCARA

Muhammad Nasir Djamil: Tak Ada Jaminan Komisi III DPR Pasti Pilih Lima Capim KPK Hasil Pansel

MINGGU, 06 DESEMBER 2015 | 08:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan (pansel capim) KPK, Yenti Garnasih mencurigai ada muatan politik di balik keputusan DPR menetapkan jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi capim KPK pada 14-16 Desember mendatang. Dengan mengulur waktu, Yenti menduga DPR sengaja ingin membuat gaduh. Sebab pada 16 Desember itu juga dua pimpinan KPK yakni; Zulkarnaen dan Adnan Pandu Praja habis masa jabatannya.
 
M Nasir Djamil menjawab tudingan tersebut. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, DPR memilih tang­gal itu lantaran pada 9 Desember para politisi DPR disibukkan mengawal pemenangan pilkada serentak di daerah. Berikut ini sejumlah alasan mengapa DPR memilih 14-16 Desember untuk menguji capim KPK;

Kenapa Komisi III memilih tanggal fit and proper test-nya tepat pada tanggal berakh­irnya masa jabatan dua pimpi­nan KPK?
Yang habis masa jabatan kan cuma dua orang, Zulkarnaen dengan (Adnan) Pandu Praja.

Yang habis masa jabatan kan cuma dua orang, Zulkarnaen dengan (Adnan) Pandu Praja.

Tapi kan setidaknya DPR bisa menghindari kemungki­nan terjadinya kevakuman di KPK dengan mempercepat jadwal fit and propert test para capim...
Yang kosong yang mana? Kan di KPK itu masih ada Pak Indriyanto Seno Adji dan Pak Taufiqurrahman Ruki. Kalaupun kosong, kan kekosongan itu nggak lama. Toh masih bisa di-handle sama Johan Budi, kalau misalnya Johan Budi ng­gak terpilih misalnya, hehehe. Kemudian Indriyanto Seno Adji, Taufiqurrahman (Ruki). Kan masih ada.

Sebenarnya apa yang menjadi alasan utama DPR mengu­lur-ulur jadwal fit and proper test?
Kan di DPR itu partai politik. Nah kita tanggal 7, 8, 9, 10, itu semua partai politik sibuk menghandle dan mengawal proses pilkada yang sedang berlangsung, pilkada serentak. Ada hajatan demokrasi yang harus dikawal oleh partai politik di 9 Desember itu. Jadi tanggal yang mungkin (untuk menggelar fit and proper test capim KPK) itu ya tanggal 14 sampai dengan 16 (Desember).

Selain alasan itu?
Tanggal 18 sudah paripurna, nah di situlah kita sampaikan di paripurna untuk mendapatkan pengesahan pimpinan KPK yang terpilih oleh Komisi III DPR.

Apa bisa dipastikan dalam fit and proper test nanti akan ada lima nama yang dipi­lih? Atau mungkin bisa jadi Capim KPK pilihan Pansel sama sekali tidak dipilih oleh Komisi III?
Kalau soal apakah akan ada lima nama atau tidak terpilih sama sekali, saya belum bisa memastikan.

Kenapa tidak bisa dipas­tikan?
Karena itu kan pilihan fraksi-fraksi yang tentunya punya pandangan beda.

Setidaknya Anda pasti tahu­lah bagaimana peta di internal Komisi III. Apakah ada arah untuk tidak memilih satu pun capim pilihan Pansel?

Fraksi-fraksi ini kayaknya ini ngumpet-ngumpet nih...

Kok bisa ngumpet-ngum­pet?
Ya mungkin karena situasi dan kondisi saat ini.

Artinya kemungkinan akan keluar lima nama pimpinan KPK baru di tanggal 16 itu sangat kecil?
Kita kan lihat dulu apakah nama-nama itu sudah me­menuhi syarat apa belum, iya kan. Kalau nama-nama itu sudah memenuhi syarat tentu akan kita pilih.

Kalau tidak memenuhi syarat?
Kalau nggak ya nggak kita pilih lah.

Syarat apa sebenarnya yang Anda maksud?
Memenuhi syarat-syarat yang diatur oleh Undang-Undang KPK misalnya. Jadi kalau ng­gak memenuhi syarat ya nggak kita pilih.

Tidak masalah jika nanti KPK akan kekosongan pimpi­nan?
Nggak kosong, kalau kosong pun nggak lama, iya kan.

Bagaimana dengan Plt Pimpinan KPK?
Plt nggak berakhir tahun ini, jika sudah ada yang definitif baru berakhir. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya