Berita

sudirman said/net

Kubu Sudirman Said dan Kubu Setya Novanto Sama-sama Tidak Nasionalis

SABTU, 05 DESEMBER 2015 | 07:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Indonesia yang mengikuti perkembangan politik semakin gaduh sejak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memperdengarkan rekaman pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid dengan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Seharusnya, masyarakat tidak terpaku pada perdebatan siapakah pahlawan dan bandit dalam kasus ini. Dari rekaman yang diputar berkali-kali terlihat jelas bahwa terjadi pertarungan antar gang untuk memperebutkan kekayaan alam di bumi Papua.

Demikian disampaikan Jurubicara Komite Persiapan Liga Pemuda Indonesia (KP-LPI), Lamen Hendra Saputra, kepada redaksi beberapa saat lalu.


"Sinetron yang dipertontonkan di MKD tidak membicarakan kepentingan rakyat dan bangsa. Kubu-kubu yang mengadu dan diadukan, SS and the gang dan SN-MRC and the gang jelas sama-sama tidak nasionalis. Buktinya mereka sama-sama setuju perpanjangan kontrak Freeport tanpa ada peningkatan saham untuk bangsa," ujarnya.

Mantan Ketua Umum LMND ini berpendapat, kekayaan alam Papua harus kembali ke bangsa Indonesia, dikelola bangsa kita dengan prinsip berdikari. Para kapitalis rente yang selama ini menggerogoti bagaikan rayap, harus dibersihkan dari bumi Indonesia.

Meskipun meragukan pemerintahan Jokowi berani menasionalisasi Freeport dalam waktu dekat, Lamen masih berharap setidaknya pada 2019 kontrak Freeport tidak akan diperpanjang. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya