Berita

Kehadiran Effendi Sianipar dan Maruarar Sirait Disambut Hangat Di Riau

JUMAT, 04 DESEMBER 2015 | 17:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kehadiran tokoh nasional ke daerah sangat penting dirasakan kepada warga. Apalagi bila ada persoalan warga di daerah yang terusmbat hingga aspirasi harus dibawa ke pusat, atau ibukota.

Itulah yang dirasakan Nuraini Siregar, seorang ibu dari Desa Tangun, Bangun Purba, Rokan Hulu, Riau. Ia merasa senang bisa hadir dalam satu kampanye yang dihadiri anggota DPR dari pusat, Effendi Sianipar dan Maruarar Sirait.

Dengan nada memelas, ia pun memohon dengan sangat. "Kami kami sangat bermohon dari Desa Tangun, kurasa bapak Poti tahu yang akan bicarakan. Saya mau menangis. Sudah 7 tahun tanah kami diserobot oleh perusahaan PT RGM," ungkap Nurani.


Terkait hal ini, calon bupati Rohul, Syafarudin Poti mengaku memang sudah tahu. Ia juga sudah tahu persoalan ini sudah banyak memakan korban dari pihak rakyat karena mempertahankan haknya.

"Artinya ada rekomendasi yang tidak benar karena hutan tanaman industri (HTI) yang ada rumah penduduknya. Alhamdulillah masalah ini sudah kami bawa ke Jakarta, dan diterima Komisi IV DPR dan Kementerian kehutanan. Kita akan tinjau ulang izin dari depertamen kehutanan," ungkap Poti.

Effendi Sianipar, yang duduk di Komisi IV DPR, memembenarkan apa yang disampaikan Poti. Apalagi ia berasal daerah pemilihan Riau I. Bahkan Effendi juga yang ikut membawa persoalan ini ke Senayan, hingga ada upaya peninjauan ulang terhadap HTI yang berada di rumah warga.

Sebelumnya, kehadiran Effendi dan Maruarar, dalam kamanye pada Kamis kemarin itu (3/12) mendapat sambutan hangat dari sekitar 10 warga yang hadir. Begitu hadir mereka disambut baik dengan musik reban serta diselendangkan Ulos selamat datang.

Dalam kesempatan ini, Maruarar, yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), mengatakan bahwa Pilkada harus bisa membawa perubahan dan memberi manfaat kepada rakyat. Pilkada menjadi tak berarti bila ternyata angka pengangguran dan kemiskinan tidak berubah, atau malah justru semakin tinggi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya