Berita

jokowi

Politik

Seharusnya Jokowi Ambil Alih Urusan Freeport

JUMAT, 04 DESEMBER 2015 | 17:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam situasi kisruh begini, Presiden Joko Widodo harus mengetahui persis semua isi pembicaraan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia terkait pemenuhan kewajiban yang diperintahkan UU maupun dalam renegosiasi.

Demikian disarankan analis dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan, saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/12).

Dani mengaku pesimis terhadap kinerja Sofyan Djalil selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Sofyan mewarisi tugas pendahulunya, Andrinof Chaniago, dalam menyusun daftar kewajiban Freeport untuk memenuhi standarisasi izin tambang di Indonesia.


"Presiden harus pastikan semua pembicaraan soal Freeport harus diketahuinya, untuk menutup peluang penyalahgunaan wewenang dan makin membahayakan posisi presiden," kata Dani.

Dani meyakini, Jokowi sedang melakukan penataan terhadap kekuatan politik di sekelilingnya. Sedang terjadi penyaringan ulang terhadap orang-orang yang dipercaya presiden.

Kalau presiden tidak mau mengambil alih tanggung jawab negosiasi dengan Freeport, ia harus mendelegasikannya kepada menteri yang tepat berdasar tugas pokok maupun latar belakang personalnya.

"Cari yang lebih bisa dipercaya memegang mandat itu," serunya.

Namun, jika Jokowi ingin mengambil alih tanggung jawab itu, Dani menilainya akan lebih baik.

"Kalau Jokowi mau ambil inisiatif ini, itu akan bagus sekali," ucapnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya