Berita

jokowi-sofyan djalil/net

Politik

Jokowi, Cepat Cabut Mandat Sofyan Djalil Bernegosiasi Dengan Freeport

JUMAT, 04 DESEMBER 2015 | 16:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tugas Sofyan Djalil menyusun daftar kewajiban Freeport dalam memenuhi standarisasi izin tambang di Indonesia adalah tugas warisan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas terdahulu, Andrinof Chaniago.

Sebelum reshuffle Kabinet Kerja, Andrinof merangkap sebagai Ketua Tim Renegosiasi Kontrak PT Freeport Indonesia. Sedianya, Andrinof dikasih waktu menuntaskan rekomendasi pembangunan non proyek perusahaan tambang raksasa itu paling lambat sampai bulan ini. Rekomendasi yang dia susun akan dilaporkan setiap bulan kepada Presiden Joko Widodo.

Sofyan sebagai pengganti Andrinof menerima tugas yang sama. Belum diketahui apa saja isi daftar yang dibuat Sofyan. Namun, laporan akhir direncanakan rampung dan dilaporkan ke presiden dalam waktu dekat.


Melihat hal itu, analis pada Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan, mengaku mengkhawatirkan hasil kerja Sofyan.

"Ini bukan peristiwa baru, dulu Andrinof sekarang kebetulan Sofyan Djalil yang menjabat Menteri PPN/Bappenas. Persoalannya adalah, kita harus kritisi sikap Sofyan yang saya yakin berbeda dengan Andrinof," terang Dani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/12).

Dani melanjutkan, dari rekam jejaknya, sosok Sofyan Djalil kurang bisa dipercaya mempertahankan martabat bangsa bila berhadapan dengan kepentingan asing. Ia jelaskan bahwa bernegosiasi dengan Freeport adalah tugas besar. Masalah Freeport terbagi dua, yaitu kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi sesuai peraturan UU dan renegosiasi ketika kontrak habis.

"Apakah disitu kemudian Sofyan bersikap tegas terhadap Freeport, tidak tunduk? Dulu Jokowi secara sadar tempatkan Andrinof karena dia orang kepercayaan. Apakah Jokowi kini mampu sepenuhnya percaya pada tindak tanduk Sofyan Djalil?” ungkap Dani.

Dani berharap Jokowi segera mencabut mandat itu dari Sofyan. Dia khawatir, Sofyan memperkecil peluang Indonesia bernegosiasi secara bermartabat. (Baca juga: Payah, Jokowi Mereduksi Tanggung Jawab Urus Freeport Ke Sofyan Djalil)

"Lebih baik mandat itu dicabut dari Sofyan. Saya khawatir pragmatisnya, latar belakangnya yang kurang baik, tidak pernah menunjukkan wibawa bangsa besar ketika berhadapan dengan kepentingan pasar bebas. Dia tidak punya ideologi terhadap nasionalisme ekonomi," jelas Dani. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya