Berita

ist

Promosi Di Mumbai, Pemerintah Bidik 300 Ribu Wisatawan Bollywood

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 19:17 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah menggelar promosi pariwisata bertajuk Wonderful Indonesia di Mumbai, India untuk memasarkan paket-paket wisata menarik sekaligus menampilkan festival budaya nusantara pada 2-4 Desember 2015.

Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Pasar Asia Pasifik Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Taufik Nur Hidayat mengatakan, wisatawan India menjadi sasaran potensial untuk meningkatkan devisa negara karena sebagian besar berkarakteristik wisatawan kelas atas.

Pihaknya memandang India sebagai salah satu pasar wisatawan kelas atas karena umumnya memilih hotel dengan fasilitas bintang lima sehingga harus ada strategi khusus untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari negara yang terkebal dengan industri filmnya Bollywood.


"Kita harus menyiapkan apa yang mereka butuhkan seperti paket wisata petualangan dan lingkungan yang banyak mereka harapkan, makanan India, dan suasana kehidupan malam yang nyaman," kata Taufik dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (3/12).

Dia menjelaskan, Kementerian Pariwisata akan terus mengejar target kunjungan wisatawan India sebesar 250 ribu orang pada 2015 ini, khususnya di tiga pintu masuk yaitu Bali, Jakarta, dan Batam. Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain dengan memasarkan paket wisata secara mandiri atau mengikuti ajang pariwisata yang digelar di India. Kemenpar juga telah memfasilitasi pelaku industri pariwisata Indonesia untuk ikut South Asia Travel & Tourism Expo (SATTE) yang digelar di New Delhi beberapa waktu lalu.

Menurut Taufik, promosi Wonderful Indonesia di Mumbai merupakan salah satu diplomasi budaya untuk mendekatkan secara emosional bahwa Indonesia secara historis mempunyai hubungan yang erat dengan India. Pada abad kesembilan, Kerajaan Hindu berkembang pesat di Jawa yang merupakan salah satu pengaruh dari Hindu yang berpusat di India. Banyak peninggalan kerajaan Hindu yang masih dilestarikan Pemerintah Indonesia.

Demikian penyebaran agama Islam di Indonesia juga diperankan pedagang asal Gujarat yang melakukan hubungan dagang di berbagai kota pelabuhan di Indonesia.

Pada masa modern, Indonesia bersama India juga memprakarsai Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 yang menghasilkan Dasa Sila Bandung.

"Kita ingin mengatakan bahwa Indonesia dan India mempunyai hubungan sejarah yang baik sehingga mengajak warga India untuk bisa berlibur ke Indonesia melihat dari dekat budaya dan kecantikan destinasi di Indonesia," katanya.

Dengan masuknya India sebagai negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan singkat ke Indonesia maka angka kunjungan wisatawan India ke Indonesia pada 2016 diharapkan bisa naik 10 persen menjadi 300.000 orang.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Bali Gilda Sagrado menambahkan, wisatawan India yang berkunjung ke Bali saat ini masih didominasi turis yang memiliki tujuan bulan madu dan dari kalangan menengah ke atas termasuk artis-artis Bollywood. Namun, ternyata banyak potensi lain yang belum digarap seperti wisata petualangan, wisata lingkungan, dan wisata pertemuan.

"Potensi wisata lain ini akan kita gencarkan terus, dan beberapa perusahaan multinasional di India bahkan sudah menjadikan Bali sebagai tempat pertemuan mereka," bebernya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya