Berita

ilustrasi/net

Politik

KISRUH FREEPORT

Ini Alasan Maroef Merekam Pembicaraan

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 15:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Pertemuan ketiga dengan Ketua DPR RI, Setya Novanto, diakui Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, terjadi pada 8 Juni 2015. Kembali Setnov mengajak pengusaha minyak M. Riza Chalid dalam pertemuan yang juga digelar di lantai 21 Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta.

Hal ini dikatakan Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, saat dimintai keterangan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI (MKD), di lantai 2 Gedung Nusantara II, komplek DPR, Jakarta, Kamis (3/12). Awal pertemuan ketiga itu diakuinya atas usul M. Riza. Sebelumnya pertemuan kedua dengan Setnov dan Riza dilakukan pada awal Mei 2015.

"Waktu berlalu (dari pertemuan kedua), saya dihubungi lagi oleh saudara Riza Chalid, dia SMS saya cuma mengatakan M. Riza (memperkenalkan identitas lewat SMS). Tapi saya tidak tanggapi karena kesibukan saya,” ungkap Maroef.


Seminggu kemudian pada bulan Juni, ia mengaku di-SMS lagi. Kali itu ia menanggapi SMS tersebut karena mengingat Riza sebagai rekan Ketua DPR RI (Setnov). Kemudian, terjadi komunikasi di mana Riza kembali mengajak bertemu bersama Setnov. Ia menyerahkan jadwal pertemuan itu kepada stafnya untuk berkomunikasi dengan staf dari Setnov.

"Saya katakan ke staf saya coba hubungi stafnya Ketua DPR. Pertemuan itu akhirnya terjadi 8 Juni. yang menentukan tempat dan waktu adalah dari pihak staf Ketua DPR RI. Kebetulan saat itu saya bisa datang hampir bersamaan dengan Ketua DPR RI, kemudian stafnya saudara Riza yang bernama Rieke mengatakan Riza terlambat datang karena masih di kantor. Saya menunggu di lobi lantai 21,” ucapnya.

Maroef akui ia melakukan perekaman pada pertemuan ketiga itu. Alasannya, ia telah melihat gelagat tidak baik dari Setnov dan Riza sejak pertemuan kedua. Menurutnya, tidak masalah kalau Setnov mengajak Riza selaku pengusaha minyak untuk berbisnis dengan Freeport. Namun, yang terjadi malah pembicaraan mencakup isu perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.  

"Kalau berbisnis tidak apa pak, tapi kok ini bicara perpanjangan kontrak. Kenapa saya rekam? Karena saya sendirian, Ketua DPR berdua (dengan Riaz). Saya berpikir saya perlu merekam, ini bagian dari nilai akuntabilitas saya yang mendapat mandat dari perusahaan ini. Karena kecurigaan saya dari pertemuan kedua itu," jelas Maroef.

Maroef mengaku merekam pembicaraan itu dengan handphone (HP), dan alat perekam di HP-nya sudah dalam keadaan menyala sejak dirinya duduk di dalam ruangan.

"HP dalam posisi on tidak berhenti sedikitpun sampai selesai pembicaraan. Substansinya persis seperti diperdengarkan tadi malam,” terangnya.   

"Jelang pertengahan sampai terakhir perbincangan, saya jadi pendengar saja, dan saya lihat ini enggak pantas dibicarakan di sini. Sudah menyangkut banyak hal. Kalau bisnis ya bisnis saja. Tapi ini sudah melebar. Kalau yang mulia dengarkan. saya dua kali mau hentikan pembicaraan,” ungkap dia lagi. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya