Berita

sudirman said/net

Sudirman Said Bohongi MKD

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 07:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Diyakini, pengakuan Menteri ESDM Sudirman Said bahwa draf surat yang dikirim ke Chairman of the Board Freeport McMoran James R Moffet (Jim Bob) dibahas bersama Presiden Jokowi, pastilah bohong belaka.

"Di dalam persidangan MKD, Sudirman Said berkali-kali mengaku tidak mengerti hukum. Sementara Jokowi juga bukan orang yang cukup mengerti hukum. Jadi, suatu hal yang mustahil bila ada dua orang yang tidak mengerti hukum tiba-tiba bikin draf (surat)," kata Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi‎ dalam perbincangan dengan redaksi sesaat lalu (Rabu, 2/11).‎

Yang paling masuk akal, kata Adhie, ‎surat bernomor 7522/13/MEM/2015‎ tertanggal 7 Oktober 2015 yang dikirim Sudirman Said drafnya sudah tersusun rapih sebelum disodorkan ke Jokowi, bukan dibuat oleh Sudirman berdua bersama Jokowi. ‎Itupun kalau benar Jokowi dilapori Sudirman sebelum surat dikirimkan ke Moffat.


"Kalaupun dibohongin juga (Jokowi) tidak tahu. Pernah ada Keppres yang ditandatangani dia juga tidak tahu. Dimana logikanya? Jadi saya kira apa yang disampaikan Sudirman Said di sidang MKD kebohongan," imbuh Jurubicara Presiden era pemerintahan Abdurrahman Wahid ini.

Surat dikirim pada tanggal yang sama oleh Sudirman sebagai jawaban atas surat berisi permintaan perpanjangan izin operasi Freeport yang dikirim Moffat.‎ Di dalam surat Sudirman seakan menjanjikan perubahan atau penataan regulasi demi kepentingan Freeport. Adhie pun mempertanyakan peran biro hukum dalam pembuata surat itu.

"Kalau pun benar (dibuat Jokowi dan Sudirman), ini menyalahi aturan ketatanegaraan. Ada biro hukum, harusnya mereka yang mengurus," demikian Adhie. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya