Berita

Inilah Alasan Canirunners Adakan Lomba Lari 64 KM Keliling Jakarta

SABTU, 28 NOVEMBER 2015 | 08:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komunitas Canirunners dari Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) menyelenggarakan lomba lari ekstrim keliling  Jakarta dengan menempuh jarak 64 km dalam waktu 12 jam.‎ Kenapa harus 64 km?

‎"Memang ada pertanyaan mengapa 64 km jarak tempuh ekstrim ini. 64  adalah nomor favorit Kanisians dan terkait dengan nomor di mana sekolah kami berada. Kolese Kanisius terletak di Jalan Menteng nomor 64. Oleh karenanya, jarak yang ditempuh 64 km," kata ‎Ketua ‎PAKKJ, ‎Juanito Tiwow kepada media di SMA Kanisius Jakarta, Jumat (27/11).‎‎

Lebih dari 400 orang sudah mendaftar sebagai peserta lomba lari yang ‎diadakan untuk mengumpulkan dana pendidikan Sekolah Kejuruan Industri Perkayuan PIKA , Semarang, itu.‎ Ia menjelaskan, acara ini dimungkinkan karena semasa dalam pendidikan, para murid diajarkan untuk bela rasa dan bertanggung jawab bersama. Sehingga ketika ada salah satu lembaga pendidikan Jesuit membutuhkan uluran tangan, kerjasama dan saling mendukung merupakan kewajiban bersama.

"Lari Ekstrim 64 km ini tidak mungkin diadakan tanpa bantuan dari para alumni sekolah Jesuit," kata Juanito yang memberikan penjelasan pers bersama ‎Ketua Panitia Marathon Ekstrim Canirunners, Glenn Sebastian‎ dan Pastor Teguh Santosa SJ, Direktur Sekolah Kejuruan Industri Perkayuan PIKA, Semarang‎.

‎‎Dijelaskan lebih lanjut, di bawah PAKKJ ada beberapa kelompok komunitas salah satunya Canirunners yang hobinya memang berlari dan terbentuk tahun 2011. Lari masal yang sukses diadakan Canirunners adalah  Jakarta Marathon pada Oktober 2013. Kesuksesan acara itu didukung oleh kelompok-kelompok komunitas PAKKJ lainnya seperti tenaga medis, fotografer dan lainya-lainnya.

"‎Hingga kini terdaftar 150 pelari aktif yang menjadi anggota Canirunners," jelas Juanito.‎[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya