Berita

Megawati/net

Politik

Megawati: Saya Lakukan Kerja Politik Karena Saya Putrinya Bung Karno

JUMAT, 27 NOVEMBER 2015 | 23:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan alasannya rajin melakukan kerja politik sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

"Saya sudah pergi ke seluruh Indonesia, dari yang namanya kota, kabupaten, provinsi, kampung dan dusun, saya sampai lupa mana saja yang saya datangi," kata Mega saat menjadi juru kampanye pasangan Cagub-Cawagub Sulawesi Utara, Olly Dondokambey-Steven Kandouw, di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat sore (27/11).

Mega mengungkapkan, kerja politik yang dilakukannya bukan semata karena ada agenda pemilihan calon kepala daerah asal PDIP atau alasan lainnya.

"Mengapa saya lakukan kerja politik ini? Yang pasti karena saya putrinya Bung Karno," ujar Mega di depan sekitar 1000 simpatisan dan pendukung pasangan nomor urut 1  itu.

Mega mengatakan inspirasi besar datang dari sang ayah yang pada tahun 1953 sudah menjajaki Pulau Marore, pulau terluar yang terletak antara Pulau Sulawesi dan negara Filipina. Pulau Marore sendiri merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

Mega mengungkapkan kekagumannya pada tekad ayahnya,  padahal saat itu transportasi belum sebaik sekarang. Apalagi Bung Karno rela meninggalkan keluarganya hampir satu bulan hanya untuk menengok perbatasan terluar NKRI.

"Beliau datang ke sini tahun 1953. Bisa bayangkan dia naik apa. Seingat saya dia hampir satu bulan meninggalkan kami," kenang Mega. [wah]


Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya