Berita

net

Blitz

BI: Peredaran Uang Palsu Meningkat

SELASA, 24 NOVEMBER 2015 | 05:00 WIB | LAPORAN:

Bank Indonesia (BI) melansir temuan uang palsu mengalami kenaikan sepanjang Januari-Oktober 2015. Peredarannya naik sebesar 123,78 persen dengan jumlah peredaran mencapai 273.223 lembar uang palsu, meningkat dari realisasi periode tahun lalu sebanyak 122.091 lembar.

Uang palsu dominan beredar di Pulau Jawa, dengan temuan di Jawa Timur sebanyak 148.904 lembar, DKI Jakarta 49.326 lembar, Jawa Barat 31.439 lembar, Jawa Tengah 17.254 lembar, Lampung 4.202 lembar, Bali 3.640 lembar, Sumatera Utara 3.598 lembar, Yogyakarta 2.548 lembar, NTT 2.013 lembar, dan NTB 1.406 lembar.

"Di Jatim itu tertinggi jumlah penemuan uang palsu karena yang di Jember itu yang sudah divonis 14 tahun dan delapan tahun," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/11).


Dia menjelaskan, temuan uang palsu dari hasil penyelidikan kepolisian sebesar 52 persen dari 273.223 lembar yakni sebanyak 143.428 lembar. Sedangkan 48 persen sisanya atau 129.795 lembar ditemukan dari laporan perbankan ke BI.

Periode Januari-Oktober 2015 temuan uang palsu mencapai 273.223 lembar. Rasio uang rupiah palsu per sejuta lembar uang yang diedarkan sebesar 18 lembar.

Data BI merinci peredaran uang palsu sebanyak 273.223 lembar terdiri dari beberapa pecahan. Pecahan Rp 100.000 paling banyak dipalsukan dengan temuan mencapai 202.376 lembar atau meningkat dibanding periode tahun lalu sebanyak 68.021 lembar. Nilai pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000 ditemukan sebanyak masing-masing 59.848 lembar dan 7.065 lembar. Jumlah ini naik dibanding realisasi sebelumnya masing-masing 43.150 lembar dan 6.809 lembar.

Pecahan Rp 10.000 dan Rp 5.000 temuan uang palsu menurun dari sebelumnya masing-masing 2.070 lembar dan 2.032 lembar menjadi 1.805 lembar dan 1.805 lembar. Sementara untuk pecahan Rp 2.000 jumlahnya naik dari lima lembar menjadi 323 lembar, serta pecahan Rp 1.000 turun dari empat lembar menjadi hanya satu lembar.

"Kenaikan temuan uang palsu ini bukan lantaran karena kegiatan pesta demokrasi (pilkada) ataupun aktivitas lain. Melainkan karena pemahaman masyarakat semakin baik untuk mengenali ciri-ciri rupiah," jelas Suhaedi.

Di samping itu, lanjutnya, teknologi yang digunakan para pelaku pemalsuan uang juga masih terlampau sederhana.

"Jadi cuma lewat 3D (dilihat, diraba, diterawang) kalau masyarakat jeli pasti bisa mudah mengenali ini uang asli atau palsu," demikian Suhaedi. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya