Berita

net

Kesehatan

Santri Di Sumsel Berkesempatan Jadi Dokter

SELASA, 24 NOVEMBER 2015 | 04:16 WIB

Para santri di Sumatera Selatan kini berkesempatan menjadi seorang dokter atau tenaga medis. Mereka diberikan kesempatan untuk menimba ilmu kedokteran. Kesempatan diberikan Pemprov Sumsel lewat Program Santri Jadi Dokter (PSJD).

"Program Santri Jadi Dokter telah dimulai sejak tahun 2006 waktu Pak Alex Noerdin (gubernur Sumsel) masih menjadi Bupati Musi Bayuasin. Setelah beliau menjadi gubernur, program ini kemudian dilanjutkan di tingkat provinsi tahun 2008," ujar Kadis Pendidikan Pemprov Sumsel Widodo, seperti dikutip Antara, Selasa (24/11).

Dia menjelaskan, hingga saat ini Pemprov Sumsel sudah memberikan beasiswa kepada 117 santri untuk menimba ilmu kedokteran.


"Sampai sekarang penerima beasiswa ini berjumlah 117 orang untuk program studi Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Farmasi," kata Widodo.

Widodo mengatakan, Pemprov Sumsel memberikan beasiswa ini kepada para santri lewat seleksi yang ketat. Sebab mereka yang terpilih nantinya akan mendapatkan pendidikan sebagai dokter dan tenaga medis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai mitra perguruan tinggi.

Dia menerangkan program ini diharapkan untuk memberikan peluang bagi para santri di Sumsel untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Merujuk kepada data Kementerian Agama, saat ini terdapat 204 Madrasah Aliyah dan 362 pondok pesantren.

"Kami setiap tahun mengirimkan 10-20 santri untuk Jurusan Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Pendidikan Dokter," ujar Widodo.

Guna mencari kandidat terbaik, Pemprov Sumsel memberikan persyaratan cukup ketat. Antara lain lulusan MAN/MA atau pesantren jurusan IPA dengan peringkat 10 besar sejak kelas X sampai XII.

Selain itu prestasi hasil belajar kelas XII mereka minimal 7 (tujuh) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia. Mereka juga harus mampu membaca dan menulis huruf Arab, dan hafal al-Quran Juz 30 (Juz Amma) dan surat-surat pilihan lainnya.

"Persyaratan tersebut membantu kami untuk memilih peserta yang memang benar-benar memiliki kemampuan dan juga memiliki akhlak serta pengetahuan agama yang memadai. Selain itu, peserta penerima beasiswa lebih banyak berasal dari keluarga tidak mampu," jelas Widodo.

Melalui program PSJD, Pemprov Sumsel sudah berhasil mendidik 117 santri untuk menjadi dokter dan tenaga medis. Dan melalui program tersebut, sejumlah 21 orang telah lulus dari masa pendidikan.

"Nantinya mereka akan ditempatkan kembali di Sumsel, meskipun ada sebagian yang memilih mengajar," kata
Widodo.

Diharapkan. program tersebut dapat mendukung penyediaan satu dokter untuk satu kecamatan di seluruh Sumsel.

"Setelah para santri tersebut menyelesaikan studi, mereka diwajibkan untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Diharapkan dengan adanya program PSJD, kebutuhan tenaga medis di berbagai daerah di Sumsel dapat dipenuhi secara maksimal," demikian Widodo. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya