Berita

Didukung 8 Partai, PDIP Yakin Bisa Menangkan Pilkada Kaltara

SENIN, 23 NOVEMBER 2015 | 19:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Delapan partai pengusung serius‎ memenangkan pasangan  Irianto Lambrie  dan Udin Hianggio dalam Pilkada Kalimantan Utara (Kaltara).

"Berdasarkan survei terakhir pasangan nomor urut 2, Irianto dan Udin sudah unggul dari pasangan no 1," kata  ‎Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai ‎memberikan pengarahan di rapat koordinasi dan konsolidasi struktur PDI Perjuangan di Tarakan, Kalimantan Utara (Senin, 23/11).  

‎Pasangan Irianto dan Udin diusung dan didukung oleh PDIP, Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PBB, dan PPP.‎ Dan nentuk keseriusan PDIP itu salah satunya dengan mengirimkan tim khusus untuk mengawal hingga pilkada di gelar 9 Desember mendatang.  

‎"Seluruh struktur PDIP diminta untuk ‎ber‎gerak‎ m‎emenangkan pasangan nomor urut 2. Semoga Kaltara akan dipimpin oleh pasangan yang tepat dan miliki relasi baik dengan Pusat," ucap Hasto‎, sambil mengatalkan bahwa kader dan struktur PDI Perjuangan di Kalimantan Utara  akan bergotong royong, bergerak door to door meyakinkan calon pemilih.  

‎Hasto pun menegaskan, kader dan struktur PDIP di Kaltara yang tidak menjalankan perintah partai akan diberi sanksi. ‎"‎Ini bukan otoriter tapi demi menjaga disiplin di partai," tegas Hasto.‎  

‎‎Hasto juga mengatakan adanya black campaign terhadap pasangan Irianto dan Udin menandakan calon PDIP itu diperhitungkan.  

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PDIP Kaltara Jhonny Laing Impang mengatakan memang selain memenangkan pilgub Kaltara, PDIP juga mengincar menang di empat kabupaten.  

‎"Khusus Pilgub Kaltara karena diusung 8 partai pengusung, kami percaya, calon kita akan menang. Komunikasi dengan lintas partai sempat belum maksimal tapi dengan pertemuan ini struktur dan kader akan bergerak memenangkan pasangan ini," demikian Jhonny.‎ [ysa] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya