Berita

Politik

Jokowi Jangan Ragu Copot Menteri Sudirman Said

MINGGU, 22 NOVEMBER 2015 | 12:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kegaduhan yang dimunculkan Menteri ESDM Sudirman Said setelah melaporkan dan menyerahkan hasil sadapan bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin saat berbincang dengan Setya Novanto ke Majelis Kehormatan Dewan(MKD) dinilai janggal.

"Dalam kegaduhan yang terjadi di DPR saat ini ada beberapa kejanggalan. Kenapa hanya satu (rekaman) saja yang ditranskrip dan dibuka ke publik, kabarnya sudah ada 3 kali pertemuan," ujar Direktur Eksekutif Point Indonesia Karel Susetyo, MA saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu (Minggu, 22/11).

Kejanggalan kedua, pertemuan Setya Novanto dengan SM terjadi pada bulan Juni. Pertanyaannya, kenapa baru kemudian dibuka, sekarang. Ada apa? Kenapa juga Menteri ESDM yang menyerahkan hasil penyadapan tersebut bukannya MS?


Kejanggalan lainnya, Maroef Sjamsoeddin melakukan penyadapan atau merekam pembicaraan dengan Setya dalam kapasitasnya sebagai apa? Apakah mewakili Freeport atau pribadi? Sebab menurut Karel, kalau mewakili perusahaan asing, dia bisa dikenai pidana karena penyadapan diatur khusus dan tidak bisa dilakukan sembarangan apalagi dilakukan oleh perusahaan asing terhadap pejabat tinggi Negara. Dalam hal ini, PT Freeport Indonesia bisa dikenakan pasal Foreign Corrupt Practices Act of 1977.

"Foreign Corrupt Practices Act 1997 Amerika Serikat ancaman pidana terhadap suap pejabat asing oleh korporasi AS di semua negara," sambungnya.

Sebagai pemilik rekaman penyadapan, kenapa Maroef tidak menyerahkan sendiri ke MKD? Kenapa dia harus mengirimkan 'kurir' sekelas menteri untuk membawa rekamannya.

Tindakan Sudirman Said, kata Karel. bisa dikategorikan sebagai tindakan membangkang dan indisipliner. Karena tidak melakukan prosedur pelaporan melalui menko dan tanpa ijin presiden. Upaya Sudirman ini membuat gaduh dan berpotensi merusak hubungan baik presiden dengan DPR yang selama ini telah terjalin.

Oleh karenanya, Presiden tidak perlu pikir panjang untuk mencopot Sudirman. Supaya menjadi contoh bagi para menteri lainnya untuk tida berbuat hal yang serupa. Apalagi hanya bertujuan untuk menyelamatkan diri dan kongsinya dari tuduhan korupsi selama ini di pertamina.

"Sepertinya SS sengaja membenturkan presiden dengan DPR dan ini jelas berbahaya," tutupnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya