Berita

Sutiyoso:net

Wawancara

WAWANCARA

Sutiyoso: Kita Gandeng Intelijen Turki Untuk Mengawasi WNI Yang Masuk Atau Keluar Suriah Via Turki

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ancaman teror dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS makin menjadi momok dunia, menyusul teror bom dan penembakan di Paris Pran­cis baru-baru ini. Bos Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso buru-buru terbang ke Turki untuk membuka hubungankerja sama intelijen, mengingat negeri ini kerap digunakan sebagai akses aktivis ISIS yang mau masuk atau meninggalkan Suriah.
 
Bekas Wakil Komandan Jenderal Kopassus ini ingin memutus jaringan kelompok ISIS agar tak masuk Indonesia. Apalagi, sempat ditemukan 16 warga negara Indonesia men­coba melintas menuju Suriah melalui perbatasan Turki.

Bisa diceritakan sebenarnya kunjungan Anda ke Turki da­lam rangka apa?
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011, salah satu kewenangan Kepala BIN adalah mengkoordinasikan pengamanan pimpinan nasional. Setiap kunjungan kerja/kun­jungan kenegaraan pimpinan nasional ke Luar Negeri, maka BIN berkewajiban untuk meng­indentifikasi dan mendeteksi ancaman baik yang bersifat fisik maupun dignity sedini mungkin, sehingga kunker/kunjungan kenegaraan pimpinan nasional dapat terlaksana dengan aman, lancar dan nyaman.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011, salah satu kewenangan Kepala BIN adalah mengkoordinasikan pengamanan pimpinan nasional. Setiap kunjungan kerja/kun­jungan kenegaraan pimpinan nasional ke Luar Negeri, maka BIN berkewajiban untuk meng­indentifikasi dan mendeteksi ancaman baik yang bersifat fisik maupun dignity sedini mungkin, sehingga kunker/kunjungan kenegaraan pimpinan nasional dapat terlaksana dengan aman, lancar dan nyaman.

Selain itu?
Kesempatan itu juga diman­faatkan untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan badan intelijen setempat.

Dalam hal apa kerja sa­manya?
Di Turki untuk memperkuat kerja sama dalam mencegah ter­orisme khususnya yang berke­naan dengan ISIS. Dengan fokus perhatian pada WNI yang masuk atau keluar Suriah via Turki.

BIN buka perwakilan di Turki?
Ya selain itu juga melak­sanakan koordinasi pemantapan dengan kepala badan intelijen Turki berkenaan dengan pem­bukaan perwakilan BIN di Turki.

Terkait ledakan di Duren Sawit Jakarta, apa analisis BIN?
Ya hingga kini masih terus dilakukan penyelidikan.

Ada kaitannya dengan kel­ompok radikal ISIS?
Apabila dilihat dari sasa­ran dan bahan peledak yang dipergunakan belum ditemukan adanya indikasi keterkaitan den­gan kelompok radikal. Selama ini pelaku teror di Indonesia melakukan aksi peledakan cenderung menggunakan bahan peledak rakitan.

Lagian model serangan tero­ris bukan seperti itu. Ledakan tersebut bersumber dari granat yang dilemparkan dari jalan di depan gedung perkantoran Multi Piranti Graha.

Apakah kejadian itu sudah diprediksi sebelumnya?
BIN belum dapat mempredik­si ledakan tersebut sebelum­nya. Karena ledakan tersebut terjadi pada tempat yang tidak diperkirakan selama ini dan tidak menjadi target kelompok radikal. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya