Berita

Amir Yanto:net

Wawancara

WAWANCARA

Amir Yanto: Penarikan Jaksa Yudi Itu Mutasi Biasa, Bukan Karena Sedang Tangani Kasus di KPK

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 09:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Yudi Kristiana, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Provinsi Su­matera Utara, tiba-tiba ditarik Kejaksaan Agung (Kejagung) di tengah gencarnya pengungkapan kasus tersebut.
 
Banyak kalangan menilai penarikan Jaksa Yudi sarat ke­pentingan untuk melindungi pihak tertentu. Pasalnya, sebe­lumnya teman baik tersangka Rio Capella, Francisca Insani Rahesti alias Sisca memberi kesaksian di persidangan bahwa istri Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho, Evy Susanti yang sama-sama menjadi ter­sangka dalam kasus ini, sudah menyiapkan duit 20 ribu dolar AS untuk Jaksa Agung HM Prasetyo.

Tak hanya Jaksa Yudi, Direktur Penyidikan (Dirdik) Kejagung Maruli Hutagalung yang dis­ebut-sebut akan menerima Rp 300 juta dari Gubernur Gatot juga dimutasi.


Mematahkan spekulasi itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Amir Yanto menjelas­kan latar belakang keputusan institusinya itu.

Tiba-tiba saja Kejagung memutasi Jaksa Yudi yang sedang menangani perkara korupsi Bansos di KPK. Ada apa?
Itu mutasi biasa, bukan karena sedang menangani perkara di KPK, tetapi memang sudah masuk dalam daftar mutasi sebelumnya.

Ke mana Jaksa Yudi Kristiana digeser setelah ditarik dari KPK?
Pak Yudi dipromosikan dalam salah satu Kepala Bidang, ya eselon 3 di Badan Diklat.

Apa pertimbangan penari­kan Jaksa Yudi?
Petimbangannya, kebutuhan organisasi untuk pengemban­gan karier beliau.

Beliau mempunyai kemam­puan akademik dan teknis dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kejaksaan.

Beliau memiliki kapasitas, integritas, ilmu yang memang sangat berguna untuk pengem­bangan SDM melalui Badiklat itu. Beliau kan punya gelar Doktor, jadi mumpuni di sana. Selain akademisi yang andal, Pak Yudi sudah delapan tahun bertugas di sana (KPK).

Apakah ada jaksa lainnya dari KPK yang digeser?
Setahu saya hanya Pak Yudi. Tetapi memang ada sejumlah jaksa yang bersamaan dilaku­kan pergeseran dan mutasi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Pak Yudi salah satunya, nah ke­betulan saja beliau di KPK.

Tapi banyak kalangan me­nilai keputusan Kejaksaan itu sarat muatan untuk me­lindungi pihak tertentu dalam kasus Bansos Sumut?
Tidak ada unsur lain, me­mang ini mutasi biasa. Institusi ini membutuhkan pembe­hanan dan beliau siap di sana, sebagai salah seorang Kepala Bidang Diklat. (Kepala Bidang Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung Republik Indonesia) dengan kelas jaba­tan 11.

Selain Jaksa Yudi, Kejagung juga memutasi Jaksa Maruli yang di persidangan diung­kap akan menerima uang Rp 300 juta dari Gubernur Gatot. Bagaimana tangga­pannya?
Sekali lagi, ini adalah mutasi dan promosi, tidak ada kaitan­nya dengan masalah-masalah yang lain, termasuk kasus-kasus yang sedang ditanggani di sana (di KPK).

Kebetulan saja, ada penangan­an kasus ini, tapi ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan perkara itu. Jangan dihubung-hubungkanlah. Memang mutasi biasa saja. ***

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya