Berita

as hikam/net

Politik

MKD Harus Pecat Tidak Hormat Makelar Freeport

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 03:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) diminta bersikap tegas mengadili kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden untuk meminta saham kepada Freeport.

Menteri ESDM Sudirman Said yang melapor ke MKD, tak memungkiri si pencatut berinisial SN adalah Setya Novanto yang kini menjabat Ketua DPR.

"Hemat saya, SN harus dipecat tidak dengan hormat oleh MKD jika terbukti. Sebelum itu, SN mesti diminta non aktif, apalagi jika di DPR ia memiliki jabatan tertentu," kata pakar politik senior Muhammad AS Hikam lewat akun facebooknya, Senin (16/11).

Tindakan SN dikaitkan dengan posisinya di DPR, sebut doktor Ilmu Politik jebolan University of Hawaii at Manoa ini, akan membuat Parlemen makin hancur di mata rakyat dan tercemar di masyarakat internasional.

"MKD juga perlu sigap dan cepat merespons laporan SS (Sudirman Said), sehingga putusan tak terlalu lama serta politisasi masalah tidak membuat MKD malah menjadi tempat tawar menawar. Kita tentu masih ingat bagaimana MKD hanya memberi sanksi sangat ringan ketika sejumlah pimpinan DPR menghadiri kampanye kandidat capres Amerika Donald Trum," katanya.

Rakyat, masih kata Hikam, sudah terlau banyak mengumpulkan bukti betapa anggota DPR RI melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan mencederai amanat reformasi serta melanggar hukum. Korupsi, penyalahgunaan anggaran, penyelundupan anggaran dalam APBN, dan transaksi-transaksi seperti kasus Freeport hanyalah beberapa contoh dari kebejatan DPR RI periode 2014-2019. Baru setahun DPR dilantik tetapi kerusakan yang ditimbulkannya sudah sangat parah dan tidak layak untuk disebut sebagai lembaga terhormat.

"Salut kepada SS dan semoga beliau akan membuka semua rekayasa dan manipulasi SN dalam persidangan MKD DPR," tukas Hikam.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya