Berita

net

Dunia

HOROR DI PARIS

Resmi, Horor Di Paris Direncanakan Dari Suriah

SENIN, 16 NOVEMBER 2015 | 18:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Serangan teroris di enam lokasi terpisah di kota Paris, atau dikenal dengan istilah "Horor di Paris", pada Jumat malam (13/11) yang dilakukan tujuh orang pelaku, direncanakan dari Suriah.

Demikian dikatakan PM Perancis, Manuel Carlos Valls Galfetti. Dikutip dari BBC, Manuel Valls, menambahkan bahwa aparat intelijen di negaranya yakin bahwa serangan teror baru sedang direncanakan terhadap Perancis dan negara-negara Eropa lainnya.

"Kita tahu bahwa operasi yang sedang dipersiapkan dan masih sedang dipersiapkan, tidak hanya melawan Perancis, tetapi juga negara-negara Eropa lainnya juga," katanya.


Ia menambahkan, Perancis sedang berhadapan dengan pasukan teroris”, bukan hanya satu grup teroris yang kecil.

Polisi telah menetapkan seorang bernama Salah Abdeslam, usia 26 tahun, kelahiran Brussels, sebagai tersangka utama penyerangan Jumat malam itu. Kabarnya ia sempat dicurigai oleh petugas kepolisian setempat ketika terjadi tragedi itu, namun entah kenapa kemudian ia dilepas.

Salah Abdeslam kini masuk dalam daftar utama pencarian orang oleh polisi Perancis dan Eropa.

Sedangkan tersangka lain adalah Mohammed Abdeslam, yang dilaporkan sudah ditangkap di Belgia

Para penyerang yang tewas saat serangan brutal itu adalah Brahim Abdeslam (31), Omar Ismail Mostefai (29), Bilal Hadf (20), Ahmad al-Mohammad (25), Samy Amimour (28) dan dua penyerang lainnya yang belum teridentifikasi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya