Berita

Politik

SKANDAL DIPLOMASI

Akademisi Dunia Dukung Michael Buehler

MINGGU, 15 NOVEMBER 2015 | 22:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Akademisi di seluruh dunia menunjukkan rasa solidaritas kepada pakar politik Indonesia dari the School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London, Dr. Michael Buehler‎.

Pernyataan dukungan disampaikan 89 akademisi terdiri dari akadimisi Indonesia, akademisi asing yang meneliti Indonesia, dan para kolega Buehler di Jurusan Politik dan Hubungan Internasional, SOAS, University of London.

Dalam pernyataan yang dimuat Web Australia National University (ANU), para akademisi itu menyebutkan dukungannya terhadap ‎Buehler tak lain merupakan dukungan kebebasan akademik sebagai profesi mereka.


‎Buhler sebelumnya menulis artikel mengenai kemungkinan peran pelobi dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Barack Obama. ‎Tapi, sejumlah komentator di Indonesia, termasuk para akademisi di kampus-kampus besar di Indonesia malah membuat tuduhan-tuduhan terhadap Buehler, antara lain disebut sebagai agen pemerintah luar negeri, dan agen perusahaan tambang Freeport McMohan.‎

"Kami menuliskan pernyataan dukungan untuk kebebasan akademik bagi profesi kami. Sungguh penting bagi kami untuk bisa meneliti dan mengalisis isu-isu sosial, politik dan ekonomi dalam sebuah lingkungan yang transparan, bebas, dan mendukung terciptanya debat dan diskusi," demikian sebagian isi pernyataan tersebut (klik disini).

Artikel Buehler, menurut mereka, menyoroti sumber pendanaan untuk jasa pelobi tersebut. Pertanyaan yang diangkatnya sesungguhnya berkaitan dengan isu-isu dasar seperti transparansi, aliran dana, dan bagaimana aktor-aktor swasta tertentu mencoba mencari celah ke dalam proses pembuatan kebijakan resmi. Mengangkat pertanyaan semacam ini di negara-negara yang memiliki masalah besar dalam hal transparansi dan akuntabilitas adalah tindakan penting dan bertanggung jawab, dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang masuk akal dan didukung bukti-bukti.‎

"Sebagai kolega Profesor Buehler, kami tahu bahwa dia adalah seorang sarjana yang serius dan independen dan telah mendedikasikan dirinya untuk meneliti dan mengajar," begitu bagian lain tertulis dalam pernyataan tersebut.‎

Para akademisi itu juga berpandangan, sangat penting bagi awak media maupun para peneliti untuk bisa bekerja secara efektif. Hal ini mendukung transparansi, akuntabilitas, demokrasi dan supremasi hukum (rule of law).

Diantara akademisi yang menyatakan dukungannya adalah ‎Dr Todung Mulya Lubis dari UI, ‎Dr Ihsan Ali-Fauzi Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina, â€ŽProfessor Mohtar Mas’oed dari FISIP UGM, Professor Thomas Pepinsky dari Divisi pemerintahan Cornell University, Professor Jan Pierskalla dari Ohio State University. Nama lainnya adalah Professor Jeffy Winters.‎

"Dan yang tak kalah pentingnya, segala respon terhadap tulisan sebaiknya berfokus kepada fakta-fakta, substansi, dan pesan, bukan kepada si pembawa pesan," demikian isi pernyataan para akademisi itu.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya