Berita

Dunia

HOROR DI PARIS

Sabtu Pagi Yang Tak Seperti Biasanya

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 16:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sabtu pagi (14/11), jalan-jalan di kota Paris, Perancis, lengang. Terasa ketegangan yang amat sangat masih menyelimuti seluruh penduduk kota mode itu, setelah malam sebelumnya rentetan teror mematikan menyerang.

Presiden Perancis, Francois Hollande, menyatakan negaranya dalam keadaan darurat setelah serangkaian serangan teroris mematikan di enam lokasi populer di ibukota negara itu pada Jumat malam.

Tempat konser, restoran dan bar, stadion nasional Perancis di mana sebuah pertandingan sepak bola internasional dimainkan dan ditonton sang presiden, menjadi sasaran empuk para pelaku. Lebih dari 150 orang tewas.


Aparat keamanan dan pemerintah mengimbau warga untuk tinggal di dalam rumah atau tempat perlindungan yang aman. Militer dikerahkan ke banyak titik.

"Situasi di Paris sangat tegang. Orang-orang tidak ingin keluar,” kata seorang jurnalis radio di Paris, Gregory Philipps, kepada CNN, Sabtu pagi.

"Kami tidak tahu jika ada beberapa teroris lain di jalan sekarang," tambah Philipps.

Hingga pagi menyelimuti Paris, warga kota itu dan seluruh dunia masih belum mengetahui siapa yang berada di balik serangan dan berapa persisnya jumlah orang yang kehilangan nyawa mereka.

Beberapa orang memang beranikan dirinya keluar di jalan-jalan Paris, tetapi jauh lebih sedikit dari biasanya.

Kata-kata bertema horor", pembantaian", dan perang" mendominasi halaman depan banyak surat kabar yang terbit pagi di negeri romantis itu.

Seorang jurnalis La Monde, Geraldine Schwarz, kepada CNN, mengatakan, Paris di Sabtu pagi ini terasa jauh lebih sunyi.

"Pagi ini saya pergi untuk mendapatkan beberapa roti, dan semuanya tutup,” ungkapnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya