Berita

foto:guardian

Dunia

HOROR DI PARIS

Sandera Ditembaki Seperti Burung

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 09:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jumlah korban serangan di enam tempat di Paris, Perancis masih simpang siur.

Dua stasiun televisi internasional melaporkan lebih dari 100 orang tewas dalam penyanderaan massal di gedung konser Bataclan, Paris, Jumat malam (13/11). Itu pun tidak termasuk penyerangan di restoran, tempat hiburan malam dan Stade De France.

Al Jazeera melaporkan informasi dari petugas Perancis menyebut 111 korban tewas dan 40 orang luka berat dari serangan bom bunuh diri dan serangan senjata api.


Kepolisian Perancis mengatakan, penyanderaan di gedung konser telah berakhir dengan korban tewas 70 orang, termasuk tiga orang penyandera yang menembaki orang-orang seperti "menembaki burung".

Sedangkan serangan dekat Stade De France adalah serangan bom bunuh diri yang menewaskan lima orang.

Dari CNN, dilaporkan bahwa jumlah korban dari semua serangan bisa mencapai minimal 153 orang.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sudah mengungkapkan kesiapannya membantu Perancis mengatasi serangan ini dan mencari pelaku atau dalangnya.

Sedangkan Presiden Perancis, Francis Hollande, telah menetapkan situasi darurat bagi negaranya dan memerintahkan penutupan seluruh perbatasan. Ia juga membatalkan kunjungannya ke pertemuan KTT G-20 di Turki.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya