Berita

Puan Maharani Ingatkan Para Dubes Jadikan Pancasila Landasan Kerja

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 18:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎. Para duta besar Republik Indonesia di berbagai negara harus memiliki pemahaman, visi dan misi yang berlandaskan pada ideologi Pancasila di tengah situasi dan kondisi dalam negeri serta tantangan eksternal dari luar negeri yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Demikan disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat menyampaikan arahan pada orientasi bagi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta (Rabu, 11/11).

Saat ini, ungkap Puan, kondisi perekonomian nasional masih belum stabil dan penegakan hukum belum maksimal. Indonesia juga sudah dihadapkan pada konstelasi perekonomian global yang terus mengalami perubahan secara dinamis jika dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu yang ditandai dengan semakin dominannya perekonomian China maupun kekuatan-kekuatan ekonomi lainnya.

Selain itu kekuatan ekonomi AS, Jepang dan Eropa juga masih sangat berpengaruh kepada kondisi global pada umumnya maupun terhadap satu negara pada khususnya apabila ekonomi negara-negara tersebut mengalami goncangan.  

Menurut Puan, Indonesia saat ini membutuhkan investasi, ekspor yang dapat memperkuat industri dalam negeri, kerjasama perdagangan yang tetap memberikan perlindungan terhadap komoditi strategis dalam negeri, dan kerjasama antar negara yang dapat membangun kekuatan bersama dalam menghadapi ketimpangan yang disebabkan oleh arus globalisasi dan liberalisasi. Namun, Pemerintah Indonesia harus dapat melindungi warga negara Indonesia yang berada di negara lain, baik sebagai pekerja, mahasiswa, dan sebagainya.

"Sebagai Duta Besar Republik Indonesia, dituntut agar dapat memberikan kontribusi dalam membangun kerjasama dengan negara-negara lain yang bertujuan untuk dapat merubah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia tersebut menjadi peluang bagi upaya memajukan bangsa," ucap Puan. ‎

Puan mengingatkan arti pentingnya ideologi bagi sebuah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara yang besar serta kuat tanpa fondasi ideologi yang kokoh. Menurut Puan, Amerika, Cina dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi ideologinya masing-masing yang kokoh.‎

Untuk itu, Puan meminta agar para calon duta besar dapat menjadikan ideologi Pancasila sebagai dasar dan sekaligus memberikan arah dalam membangun kedaulatan, martabat, dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa, menegaskan kembali fungsi pelayanan dan perlindungan negara kepada rakyat serta menegaskan kembali keberpihakan negara kepada rakyat.‎

Puan juga mengatakan globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini selain membawa nilai-nilai positip dalam peradaban umat manusia di dunia juga telah membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita.

"Berbagai macam ekses dan implikasi globalisasi tersebut jika tidak kita antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila," ujar Puan, sambil berharap acara ini dapat memperteguh visi dan misi bagi para calon duta besar yang akan bertugas sebagai duta bangsa di negara tujuan.  

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya