Berita

bambang soesartyo/net

Politik

Bambang Soesatyo: Ide Kepengurusan Transisi Hanya Kebutuhan Orang Panik

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 13:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Golkar hasil Munas Bali tetap berpedoman kepada keputusan Mahkamah Agung. Karenanya, kubu pimpinan Aburizal Bakrie dengan tegas menolak usulan pembentukan kepengurusan transisi seperti digulirkan tokoh senior Partai Golkar, Muladi.

"Siapa bilang pihak Munas Bali setuju pembentukan kepengurusan transisi? Ngawur," ketus Bendahara Umum DPP Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo melalui pesan elektroniknya yang diterima redaksi, Rabu (11/11).

Menurut Bambang, keputusan MA yang sudah inkrah itu jelas dan tegas menyatakan bahwa SK Menkumham yang mengesahkan kepengurusan hasil Munas Ancol dibatalkan.


"Jadi kepengurusan abal-abal itu sudah tidak ada," ujarnya.

Dengan adanya keputusan MA tersebut maka yang masih terdaftar resmi di Kemenkumham hingga kini adalah kepengurusan Golkar ARB hasil Munas Riau. Yang mana, lanjut dia, sudah menyelenggarakan Munas di Bali sesuai ketentuan dan tatacara sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai Golkar. Hasilnya bahkan sudah dikuatkan di Pengadilan Tinggi Jakarta pada dua pekan lalu.

Pengadilan tinggi juga memutuskan Munas Bali sah karena sesuai ketentuan dalam AD/ART Partai. Lalu pihak Agung Laksono mengajukan kasasi.

"Ya kita tunggu saja hasil kasasi itu. Masak Munas Bali yang sah kalah sama Munas abal-abal," nyinyir Bambang yang duduk di Komisi III DPR.

Ia kembali menekankan, gagasan transisi termasuk Munas bersama tidak diperlukan dan tidak ada urgensinya.

"Kecuali itu (gagasan transisi dan munas bersama) hanya kebutuhan orang yg tengah panik karena khawatir kehilangan posisi dalam kepengurusan DPP Golkar hingga pemilu 2019," sindir Bambang.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya