Berita

Politik

Dubes Paul: Hubungan Indonesia-Australia Bagai Pasangan Dalam Pernikahan

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 16:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Setelah terkendala isu penyadapan kepala negara dan hukuman mati kepada kurir narkoba, hubungan Australia dengan Republik Indonesia kembali baik dan berjalan seperti biasanya.

Hal itu dikatakan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, saat bertandang ke kantor redaksi Rakyat Merdeka, di Graha Pena, Jakarta, Selasa (10/11). Paul diterima Dewan Kebijakan Redaksi serta para pimpinan Rakyat Merdeka seperti Kiki Iswara, Ratna Susilowati, Ricky Handayani dan Kartika Sari.

Menurut Paul, suhu hubungan diplomatik yang memanas beberapa waktu lalu tidak akan mempengaruhi pencapaian-pencapaian besar yang telah dilakukan kedua negara.


"Jumlah turis baik dari Indonesia ke Australia dan sebaliknya terus bertambah, pertukaran pelajar kita terus meningkat, nilai kerjasama dagang semakin besar. Melihat itu semua bagaimana bisa mengatakan hubungan negara kita buruk?" ungkap Paul.

"Saya lebih setuju menyebut hubungan Indonesia dan Australia naik turun, tetapi tetap dilandasi suatu dasar yang sangat kuat. Lihat saja bagaimana kerjasama pariwisata, pertukaran pelajar dan perdagangan kita tumbuh," tambah pria yang gemar berolahraga ini.

Selain itu, PM Australia yang baru, Malcolm Turnbull, akan menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta pada pekan mendatang. Ia menyebut kedatangan Turnbull nanti juga untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Australia.

"Selain akan membahas isu-isu umum, kedatangannya (Turnbull) akan lebih banyak bicara bisnis. Dan Presiden Jokowi adalah pebisnis sebelum ia menjadi presiden," kata Dubes yang pernah 7 tahun menjadi jurnalis ini.

Kesimpulan Paul adalah hubungan Indonesia dan Australia memang kerap mengalami perubahan suhu, namun tak akan mengganggu dasar yang sudah dibangun begitu lama dan kokoh. Ia menemukan istilah yang pas untuk menggambarkannya.

"Hubungan Indonesia dan Australia bagaikan pasangan dalam pernikahan," sebutnya. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya