Berita

Dewi Sandra/net

Blitz

Dewi Sandra, Pahami Alasan Pria Berpoligami

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 09:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Poligami masih menjadi momok menakutkan bagi setiap wanita. Tak terkecuali buat Dewi Sandra. Namun setelah banyak mencari tahu dan mendapatkan informasi, ia sekarang tidak kolot lagi menentangnya.

"Saya juga awalnya bertanya, 'kok bisa (poligami)?' Ternyata memang bisa," ujar Dewi.

Mantan istri Glenn Fredly ini tambah yakin dan tenang setelah melihat sendiri teman-temannya menjalani praktik poligami den­gan tujuan dan cara yang benar. Pemahamannya bertambah ke­tika ia berperan sebagai Fisha dalam Film Air Mata Surga. Dalam film tersebut, Fisha diki­sahkan sebagai seorang istri yang meminta sang suami untuk berpoligami demi suatu tujuan mulia.


"Namun perlu digarisbawa­hi, poligami bukan buat setiap orang. Poligami cuma buat orang-orang yang bisa men­jalaninya dengan benar," ucap Dewi.

"Kembali lagi ke pendapat pribadi. Setahu saya, di Agama Islam diperbolehkan, namun ada aturannya, jadi semua ada ilmunya. Memang kalau jika seorang suami merasa mampu dan adil boleh menikah. Jangan disalahgunakan, salah artikan dan lagi-lagi kalau direstui istri pertama," imbuh wanita kelahi­ran Rio de Janeiro, Brasil 3 April 1980 ini.

Semenjak bermain dalam film Air Mata Surga, Dewi semakin paham apa itu berpoligami. Na­mun dalam dunia nyata, siapkah ia dipoligami oleh suaminya, Agus Rahman?

"Saya pendukung 100 persen hak wanita. Di Agama Islam memiliki beberapa surat, be­tapa wanita diagungkan, dilind­ungi. Jadi saya rasa ini agama memberikan solusi, tapi harus belajar," jawab pelantun Kapan Lagi Bilang I Love You dan Mati Rasa ini.

Yang lain. Dewi mengaku bahwa rumah tangganya dengan Agus Rahman sering diwarnai kejutan.

"Jangankan tiap tahun, jan­gankan tiap minggu, every­day ada surprise," ucapnya.

Meski begitu, kadang ia dan Agus tak tahan berlama-lama menyembunyikan kejutan mas­ing-masing.

"Kami berdua adalah orang terburuk buat kasih surprise. Ga­tel sendiri buat kasih tahu he he he," tuturnya. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya