Berita

foto:net

Kesehatan

Polusi Udara Perparah Tingkat Pasien Kanker di Jakarta

SABTU, 07 NOVEMBER 2015 | 13:21 WIB | LAPORAN:

Tingkat kualitas udara DKI Jakarta semakin memburuk seiring bertambahnya populasi kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia, 60 persen masyarakat Jakarta mengidap penyakit yang bersumber dari buruknya kualitas udara.

Dokter penyakit kangker Rumah Sakit Dharmais, Arry Harryanto Reksodiputro, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan dan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta, membuat pasien kanker khususnya kanker saluran pernafasan bertambah. Hal itu terlihat dari tidak tertampungnya pasien kanker di RS Dharmais dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Terlebih, pertumbuhan pengguna kartu Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS), pasien kanker semakin tinggi.

Untuk itu, kata Arry, pihaknya dengan tim dokter kanker RS Dharmais dan RSCM bekerja sama dengan RS Sahid Sahirman menyediakan pelayanan hematologi dan kanker paripurna berfasilitas diagnotis terkini (MRI dan CT-Scan) yang dapat membantu menegakkan diagnosis secara tepat dan cepat.


"Kami ini dari RS kanker Dharmais dan RSCM. Kami mewakili mereka dan tentunya membantu mereka dalam melayani kanker. Kami harap Pemprov DKI juga membantu dalam hal pencegahan, yakni pembatasan kendaraan," kata Arry Harryanto Reksodiputro dalam seminar peresmian pusat pelayanan hematologi-onkologi medik Sahid Sahirman Hematology dan Cancer Center di Hotel Sahid, Sabtu (7/11).

Arry menjelaskan, kanker merupakan penyebab kematian nomor tujuh (5,7 persen) di Indonesia. Penyakit kanker masih sulit untuk ditangani karena sifatnya yang heterogen dan berdampak pada seluruh organ tubuh sehingga diperlukan pendekatan multi disiplin serta penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan kuratif, rehabilitative hingga paliatif.

"Jadi keberhasilan pengobatan kanker harus diawali dengan kerja tim. Mulai dari pencegahan, pengobatan dan meninggal dengan baik. Kami ingin RS Sahid Suhirman melalui pelayanan Hematology dan kanker Center menjadi contoh dalam melayani pasien kanker," jelasnya.

Dokter ahli kanker lainnya, Dody Ranuhardy, menuturkan, penyebab penyakit kanker selain polusi udara juga disebabkan oleh kualitas makanan. Mulai dari pengawet, pewarna dan pemanis yang hampir digunakan terhadap seluruh makanan di Jakarta.

Dody berharap Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan pencegahan penyakit kanker melalui program penanganan makanan dan kualitas udara. Termasuk mengedepankan Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) di masing-masing wilayahnya untuk mendeteksi penyakit kanker dan menerima rujukan.

"Sudah ada penelitiannya, jadi kanker paru-paru hingga leukimia itu disebabkan oleh kualitas udara dan sumber makanan yang bebas dari kontrol kesehatan," ujarnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya