Berita

rizal ramli/net

Kegaduhan Putih Rizal Ramli Wujud Nyata Revolusi Mental yang Menggebrak

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 10:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Revolusi Mental merupakan kata-kata penuh makna dan mantra yang sangat kuat. Ada kesan menggugat. Juga ada kesan tekad perubahan yang mendasar. Namun sayang, dalam setahun pemerintahan, belum banyak menteri yang meresepi, memahami atau bahkan mengerti wujud revolusi mental itu seperti apa.

"Mungkin di antara menteri-menteri ini ada yang tak paham, apa yang harus direvolusi. Atau malah, justru di antara mereka adalah bagian yang harus direvolusi," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 5/11).

Hingga akhirnya, lanjut Agung, Revolusi Mental itu mewujud dalam jurus "Rajawali Ngepret" Menko Maritim Rizal Ramli. Jurus ini tentu saja bagaikan halilintar di siang bolong yang mencabik-cabik jaringan sistem kekuasaan yang selama ini dikendalikan oleh segelintir orang. Jaringan yang sudah berurat-berakar ini berusaha didobrak Rizal Ramli.


"Memang, untuk kelompok yang sudah menikmati kekuasaan yang kadang diperoleh dengan cara tidak benar serta merugikan negara, jurus Rizal Ramli ini terasa begitu menyakitkan. Mungkin banyak yang merasa tersinggung, lalu diam-diam memuntahkan sumpah serapah dan menuding Rizal Ramli bikin gaduh," ungkap Agung.

Agung tak mempersoalkan bila memang Rizal disebut bikin gaduh. Bagi dia, ini adalah kegaduhan putih. Kegaduhan putih adalah wujud Revolusi Mental, yang memang perubahan dengan gebrakan yang menghentak dan mendobrak.

"Ini revolusi, bukan evolusi. Perubahan besar yang butuh ketegasan cepat dan tepat sehingga cita-cita Trisakti bisa terwujud, minimal dalam lima tahun ini," tegas Agung.

Agung juga menilai, kegaduhan putih meruapakan lawan dari kegaduhan hitam. Kegaduhan hitam adalah kegaduhan yantg dibikin para mafia dan antek asing yang selama ini menyengsarakan rakyat. Kerjaan mereka adalah membuat opini dan pengalihan isu, agar manuver dan kegiatan mereka mengambil sumber daya alam Indonesia tak terendus.

"Kadang para mafia ini menuduh para revolusioner, yang mau mewujudkan secara nyata Revolusi Mental di bawah komando Presiden jokowi, sebagai orang-orang gaduh," demikian Agung. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya