Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Hasil Pesamuan Sabha Pandita, Mulai dari Larangan Nikah Sesama Jenis Sampai Teluk Benoa

SELASA, 27 OKTOBER 2015 | 12:42 WIB | LAPORAN:

Pesamuan Sabha Pandita, yang merupakan musyawarah para pendeta Hindu guna merumuskan prinsip-prinsip dasar kehidupan beragama umat Hindu di Indonesia, telah berlangsung dengan baik dan lancar sepanjang 23-24 Oktober 2015 di Park Hotel Jakarta.

Acara ini dibuka oleh Ketua Dharma Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa. Ketua Umum Pengurus Harian PHDI, Mayjen (Purn.) S.N Suwisma, mengatakan hasil-hasil Pesamuan Sabha Pendita tersebut ditindaklanjuti dengan Pesamuan Agung yang merupakan rapat kerja nasional Parisada Hindu Dharma seluruh Indonesia untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja parisada pusat dan daerah.

"Hari ini kita sampaikan beberapa keputusan dari hasil Pesamuhan Sabha Pandita dan Pesamuhan Agung." ujarnya di Kantor Parisada, Slipi Jakarta Barat, Selasa (27/10).


Suwisma menjelaskan beberapa keputusan Pesamuhan Sabha Pandita, antara lain, menolak dengan tegas perkawinan sesama jenis kelamin karena tidak dibenarkan oleh sastra suci Weda. Lalu, usia perkawinan seseorang diputuskan minimal 20 tahun untuk mencegah perkawinan usia dini serta untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

"Selain itu juga, perkawinan beda agama menurut agama Hindu tidak dibenarkan, oleh karena itu pemecahannya dilakukan melalui Sudhiwadani. Selanjutnya kami juga menyetujui penggunaan teknologi bayi tabung sepanjang untuk kesejahteraan keluarga dan tidak untuk dikomersilkan,” paparnya.

Dia melanjutkan, Kitab suci Hindu membenarkan dilakukannya transplantasi" organ tubuh karena sesuai dengan Reg Weda. Umat Hindu juga diharapkan menerapkan prinsip-prinsip kasih kepada semua makhluk. Salah satu bentuk implementasinya adalah menanam 10 pohon bila menebang satu pohon.

Para tokoh Hindu juga membicarakan isu hangat revitalisasi kawasan Teluk Benoa, Pulau Bali. Terkait hal ini, akan dibicarakan secara khusus dengan mempertimbangkan aspek kesuciannya.

"Terkait dengan kawasan suci Teluk Benoa, kami memutuskan membentuk tim sembilan Pandita yang diketahui oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda yang akan mengkaji aspek kesucian Teluk Benoa." tegasnya

Terakhir, Suwisma melanjutkan, kawasan strategis pariwisata nasional di luar Besakih Gunung Agung dan sekitarnya akan dikaji dan didalami untuk dijaga kesucian dan kelestariannya. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya