Berita

arsul sani/net

Politik

Kubu Romi: Putusan MA Tidak Otomatis Sahkan Kepengurusan Muktamar Jakarta

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 11:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan PPP kubu Djan Faridz tidak secara otomatis mengesahkan kepengurusan Muktamar Jakarta.

Wasekjen DPP PPP kubu Romahurmuziy, Arsul Sani menyebut bahwa kepengurusan yang sah saat ini, adalah kepengurusan hasil Muktamar Bandung. Dalam hal ini PPP dipimpin Suryadharma Ali sebagai ketua umum dan Romi sebagai Sekjen.

"(Putusan MA) itu berarti mengembalikan SK tentang kepengurusan DPP PPP yang sah adalah SK kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Bandung. Putusan kasasi MA tersebut juga belum memberikan legalitas kepada PPP hasil Muktamar Jakarta," ujarnya saat dihubungi wartawan sesaat lalu, Rabu (21/10).


Dijelaskan Arsul bahwa kepengurusan Djan Faridz bisa sah jika sudah memiliki SK dari Menkumham. Namun hal itu bukan merupakan hal yang mudah dilakukan.

"Menkum HAM tentu akan sangat berhati-hati sekali untuk menerbitkan SK baru, kecuali untuk menetapkan kembali kepengurusan PPP hasil Muktamar Bandung. Beliau tentu khawatir akan digugat jika SK-nya tidak seperti itu," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya