Tim gabungan masih menyisir lereng Gunung Lawu untuk memastikan masih ada tidaknya korban akibat kebakaran yang terjadi di sekitar kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Minggu (18/10) siang.
Hingga saat ini tercatat tujuh orang meninggal dunia dan dua korban luka berat akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu.
"Semua korban meninggal dunia dibawa ke RS Magetan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan elektronik, sesaat lalu (Senin, 19/10).
Sutopo menyebutkan, jenazah terakhir dapat dievakuasi oleh tim medis dan SAR pada pukul 10.20 WIB tadi, dan langsung dibawa ke kamar mayat RS Magetan.
Berikut data identitas para korban yang dihimpun BNPB:
Korban meninggal dunia:
1. Awang (20 thn), Ngawi.
2. Sumarwan (50 thn), Ngawi.
3. Nanang Setyo Utomo (17 thn), Ngawi.
4. Rita Septi (14 thn), Ngawi.
5. Joko Prayitno, Kebun Jeruk, Jakarta.
6. Nanang ( siswa SMK PGRI), alamat belum diketahui.
7. Mr. X, masih dalam identifikasi.
Korban luka berat :
1. Eko Nurhadi (45 thn) dari Brangol RT 2/RW 1 Brangol Kec. Karangjati Ngawi dirawat di RSUD dr. Sudono.
2. Novi Dwi Estiwati (14 thn) alamat Jl. Rajawali Kel. Beran RT 04/RW 01 Kec Ngawi, Kab. Ngawi di rawat di RSUD Mardi Solo.
Sutopo menambahkan, hingga saat ini jalur pendakian pos pendakian Cemoro Sewu masih ditutup sejak 16 Oktober lalu mengingat kondisi cuaca makin kering. Daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah lebih dari dua bulan tidak hujan menyebabkan semak belukar kering dan mudah terbakar. Untuk itu BNPB mengimbau agar para pendaki gunung untuk mematikan api unggun atau sumber dimatikan dengan sempurna.
"Pastikan api benar-benar sudah padam. Jika perlu ditimbun dengan tanah," ujar Sutopo, mewanti-wanti.
Ia juga mengingatkan, angin kencang seringkali menyebabkan api hidup kembali dan membakar semak belukar di sekitarnya. Hal ini sudah sering terjadi yang menyebabkan hutan-hutan di gunung di Jawa terbakar.
[wid]