Berita

agung laksono/net

Politik

Golkar: Satu Tahun Jokowi-JK Menggembirakan!

SABTU, 17 OKTOBER 2015 | 20:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam setahun pemerintahannya, Jokowi-JK telah berhasil membangun konsolidasi demokrasi yang baik. Hal itu ditandai dengan terbukanya pemerintah dalam merespon pandangan, saran, dan kritik dari masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
          
Begitu kata Ketua Umum DPP Golkar Munas Ancol Agung Laksono usai melantik Ketua Pimpinan Pusat Daerah (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi DKI, Jakarta Slamet N Riyadi di Jakarta, Sabtu (17/10).

"Saya melihat perkembangannya satu tahun ini cukup menggembirakan karena beliau (Presiden Jokowi-red) secara demokratis terbuka menerima pandangan, saran bahkan sikap kritis dilayaninya dengan baik," ujar Agung yang juga Ketua Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 itu.


Bahkan di saat ada perlambatan pertumbuhan ekonomi ditandai dengan menurunnya nilai tukar rupiah, Presiden Joko Widodo, kata Agung Laksono, bisa menghadapi kondisi buruk itu.

"Kita tahu Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan meminta agar kita semua tenang dalam menghadapi lambatnya pertumbuhan ekonomi dan saya kira beliau (Presiden Joko Widodo-red) tidak tinggal diam, tetap melakukan langkah nyata melakukan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak. Kita bisa lihat tanda-tanda ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik mulai terlihat saat ini,” katanya.

Meski demikian, Agung juga mengingatkan agar pemerintah terus meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil bukan saja pro growth, tapi pro poor, pro job, dan pro environment. Sehingga pembangunan dan pemerataan bisa berjalan secara bersamaan.

Pemerintah lanjut Agung Laksono juga harus menciptakan lapangan pekerjaan dengan memutar sektor riil yang difokuskan untuk mengurangi kemiskinan melalui kebijakan revitalisasi pertanian dan pedesaan serta program-program yang pro rakyat.

Soal kinerja kabinet, menurut Agung Laksono tidak fair jika dalam setahun sudah diberikan penilaian secara final. Apalagi dalam setahun ini Presiden pernah melakukan reshuffle kabinet.

"Kan ada beberapa menteri yang baru dalam reshuffle kemarin, tidak fair kalau langsung diberikan penilaian. Tapi kalau sekadar memberikan warning atau menyampaikan harapan terhadap kinerja kabinet, tentu itu tidak salah, Saya kira yang paling pas adalah mendorong agar kabinet ini bisa bekerja lebih baik lagi terutama dalam sektor ekonomi," ujarnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya