Berita

Dwi Astuti Wulandari/net

Pemerintah Didesak Segera Rumuskan Roadmap Pencegahan Kekerasan Anak

SELASA, 13 OKTOBER 2015 | 16:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Semangat dan nilai-nilai 4 Pilar MPR harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama kepada generasi muda. Tanpa mengenal Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, rasa kebangsaan dan nasionalisme akan luntur.

Begitu kata anggota Komisi VIII DPR RI Dwi Astuti Wulandari saat turun ke dapilnya di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk mensosialisasikan 4 Pilar MPR, Selasa (13/10).

"Jangan sampai generasi muda Indonesia tidak mengenal dasar negara, lambang negara, falsafah, dan budaya bangsa sendiri," imbaunya.


Politisi Demokrat itu menilai bahwa saat ini semangat nasionalisme dan kebangsaan mulai terkikis. Ini bisa dilihat dengan semakin rendahnya sikap toleransi, gotong royong, tenggang rasa, kepedulian sosial di kalangan masyarakat yang menjadi benih munculnya kasus-kasus tawuran antar warga, konflik keagamaan, sikap individulisme, dan terorisme.

Untuk itu, Dwi Astuti mengajak masyarakat bisa turut menyampaikan apa yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini kepada warga lain di lingkungan sekitar.

"Sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bisa bersama-sama diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, anggota Panja Perlindungan Anak DPR RI itu juga turut menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia. Ia menyesalkan terjadinya kasus kekerasan dan pembunuhan anak di Kalideres, Jakarta Barat yang terjadi baru-baru ini.

"Anak adalah aset berharga untuk masa depan bangsa, yang harus dilindungi jiwanya dan raganya. Berharap ke depan kasus-kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang ramah anak," tandasnya.

Lebih lanjut, Dwi Astuti meminta kepada pemerintah untuk bisa selalu hadir dalam memberikan perhatian yang lebih kepada isu-isu kekerasan anak di tanah air, baik dari sisi penegakan hukum maupun pencegahannya.

"Kasus di Kalideres, kasus Angeline, dan kasus JIS ibarat fenomena puncak gunung es bahwa Indonesia menjadi negara darurat kekerasan terhadap anak. Saya meminta kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KPAI untuk secepatnya bisa merumuskan roadmap penanggulangan, penanganan korban, dan pencegahan agar kasus semacam ini tidak terus terjadi," lanjutnya.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat, para orang tua agar memberikan perhatian dan pengawasan lebih kepada anak-anaknya. Agar tindakan pencegahannya bisa diantisipasi dengan baik, jangan sampai terlewat pandangan mengawasi anak yang membuka peluang terjadi tindakan-tindakan kekerasan terhadap anak," tandas Dwi Astuti. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya