Berita

rmol

Mencicipi Nasi Goreng Cita Rasa Kolombia

SENIN, 12 OKTOBER 2015 | 12:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai jenis kuliner lezat. Kelezatan sejumlah kuliner khas tanah air bahkan sudah menggema ke seluruh dunia, salah satunya adalah nasi goreng.

Tidak berlebihan rasanya menyebut bahwa nasi goreng merupakan kudapan yang mendunia. Karena selain pernah mendudukin peringkat kedua dalam daftar "World's 50 best foods" versi CNN tahun 2011 lalu, nasi goreng juga bisa ditemukan pada daftar menu di sejumlah restoran di luar Indonesia, salah satunya di kawasan Amerika Latin, tepatnya di ibukota Kolombia, Bogota.

Di Bogota sendiri sebenarnya tidak banyak ditemukan restoran yang menjajakan makanan khas Asia. Pasalnya, makanan-makanan Asia pada umumnya memiliki banyak rasa dan cenderung pedas. Sedangkan karakter kudapan khas Kolombia itu sendiri tidak memiliki banyak rasa apalagi pedas, seperti arepa, empanada atau ajiaco.


Namun bukan berarti makanan khas Asia tidak ada penggemarnya di Bogota. Hal itu setidaknya terlihat dari panjangnya antrian di salah satu restoran Asia ternama yang terletak di mal Gran Estación Bogota yang bernama WOK pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 11/10).

Menurut keterangan salah seorang pelayan di restoran tersebut, pada akhir pekan antara jam 1 hingga 4 siang, restoran tersebut memang selalu kebanjiran pengunjung. Bahkan tidak jarang pengunjung harus mengantri antara 5-20 menit demi mendapatkan tempat duduk dan menikmati makanan yang disajikan di restoran tersebut.

WOK menyajikan sejumlah makanan khas Asia, seperti makanan Jepang, Thailand, Vietnam dan tidak terkecuali Indonesia. Makanan Indonesia yang tercantum dalam daftar menu di restoran tersebut adalah satay (sate) dan nasi goreng.

Seperti di Indonesia, nasi goreng yang dijual di restoran tersebut dibuat dari nasi putih yang dicampur dengan telur, bumbu bawang serta sejumlah sayuran sepeti tauge, timun dan sawi serta diberi kecap. Namun yang membuatnya berbeda, selain tidak menggunakan cabai, nasi goreng tersebut juga dicampur dengan kacang mete  dan ditaburi kelapa parut kering.

Ada tiga pilihan menu campuran nasi goreng, yakni tahu, daging sapi, serta udang. Harganya pun beragam, yang termurah adalah nasi goreng dengan campuran tahu seharga 15.900 peso kolombia atau setara dengan 73.935 rupiah (1 peso Kolombia= 4,6 rupiah). Sedangkan nasi goreng dengan daging sapi seharga 21.900 peso Kolombia dan nas goreng dangan campuran udang seharga 23.900 peso Kolombia.

Rasa dari nasi goreng tersebut sebenarnya berbeda dengan rasa nasi goreng yang biasa ditemukan di Indonesia. Karena bahan yang digunakan pun berbeda. Namun menurut salah seorang warga Bogota yang ditemui Kantor Berita Politik RMOLsedang mencicipi nasi goreng di restoran tersebut, rasa nasi goreng tersebut cocok di lidahnya dan ia mengaku menyukainya. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya