Berita

salim kancil/net

Hukum

Cara KPK Bisa Diterapkan untuk Bongkar Aktor Utama Kasus Salim Kancil

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Penegak hukum harus mewaspadai adanya upaya memutus mata rantai yang menghubungkan tersangka pembunuh aktivis tani, Salim Kancil dengan aktor utamanya.

"Dalam kejahatan kerah putih akan selalu ada peran organ pemutus dengan link
juragan utamanya," ujar Kriminolog alumnus Universitas Indonesia (UI) Badar Al-Munir di Jakarta, Kamis (8/10).

Badar mengingatkan, tidak mungkin seorang kepala desa bisa mengatur pejabat pemerintahan daerah jika yang bersangkutan tidak memiliki back up jaringan di atasnya.

Badar mengingatkan, tidak mungkin seorang kepala desa bisa mengatur pejabat pemerintahan daerah jika yang bersangkutan tidak memiliki back up jaringan di atasnya.

"Diperiksanya polisi Lumajang oleh Polda Jatim menjadi dugaan kuat yang tak terbantahkan," cetus Badar.
 
Menurut Badar, dibutuhkan langkah yang luar biasa dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus Salim Kancil dan tambang pasir besi di Desa Selok Awar Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hal ini mengingat kuatnya dugaan permainan mafia jenis kejahatan ini,

"Dalam pandangan saya, cara-cara KPK menangani kasus korupsi bisa diterapkan dalam membongkar kasus tragedi kemanusiaan ini. Jadi harus diungkap dan dikembangkan lebih jauh penemuan awal hasil penyidikan dengan metode eksplosif yang sering digunakan KPK," tandas Badar. [wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya