Berita

PAN: Draf RUU KPK Sebenarnya Berasal dari Pemerintah

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 17:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Muslim Ayub mempertanyakan asal-usul draf RUU KPK yang diajukan beberapa fraksi. Draf RUU KPK yang diusulkan PDIP Cs itu diduga adalah produk pemerintah‎.

Pasalnya, jelas Muslim, RUU itu sudah pernah diajukan pemerintah dan masuk prolegnas 2015-2019. Tapi oleh DPR ditunda dibahas pada tahun 2016 karena beberapa alasan. Seperti protes keras dari masyarakat. Oleh karena itulah DPR mengusulkan agar RUU KPK itu masuk di prolegnas prioritas 2015.

"Pemerintah enggak berterus terang, itu kan ada logo pemerintah, yang mengajukan itu pemerintah,"‎ papar Muslim di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 7/10).


Artinya, lanjut politikus PAN itu, sebenarnya pemerintah lah yang membuat draf RUU KPK itu, lalu diusulkan oleh beberapa fraksi di DPR.

Seharusnya kalau DPR yang menjadi pengusul, draf RUU juga berasal dari DPR bukan pemerintah. "Ini harus kita bereskan dulu. Itu yang mengajukan draf ya bukan dari kita (DPR), itu dari pemerintah," ungkapnya.

Usulan pembahasan RUU KPK mencuat pada rapat internal Baleg, Selasa kemarin (6/10). Sebanyak enam fraksi yakni Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi PKB, Fraksi Nasdem, dan Fraksi Hanura mengusulkan agar pembahasan RUU itu masuk dalam Prolegnas Prioritas 2015 usulan DPR.

Salah satu pasal yang manjadi polemik di usulan RUU KPK itu adalah, Pasal 5, yaitu usia lembaga antirasuah itu dibatasi hanya 12 tahun setalah RUU itu resmi diundangkan. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya