Berita

foto:net

Politik

BEM Fikom UMB Kecewa Kampus Main DO Mahasiswa

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 16:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

BEM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana mempertanyakan keputusan kampus menjatuhi sanksi drop out (DO) kepada salah satu mahasiswa jurusan Broadcasting angkatan 2012, Rivaldo Martaheru, tanpa kejelasan.

"Jumat (2/10) kemarin kami sempat menemui ketua prodi (program studi) Broadcasting tapi nggak ada di tempat," Ketua BEM Fikom UMB, Arfah Hamzah di Jakarta, Rabu (7/10).

Dengan penuh rasa kecewa, bersama Rivaldo, kata Arfah, jajaran pengurus BEM Fikom akhirnya dapat bertemu Wakil Dekan II Fikom UMB, Mulyana yang lagi-lagi tidak memberikan jawaban yang jelas. Malah pihak dekan mengaku tidak tahu menahu atas sanksi DO yang diterima Rivaldo.


"Ternyata sanksi DO hanya diketahui Kaprodi Broadcasting, bu Feny," bebernya.

Arfah mengatakan, sepengetahuannya, skorsing ataupun sanksi DO diberikan jika mahasiswa melanggar aturan kampus, termasuk terlibat narkoba. Sanksi tegas pun diberikan harus proporsional sesuai fakta dan bukti-bukti yang jelas.

"Bukan justru bertindak sewenang-wenang, tidak jelas alasannya, ini kriminalisasi terhadap mahasiswa namanya," tegasnya.

Arfan menambahkan, besok rencananya Front Perlawanan Mahasiswa Fikom di bawah komando BEM FIKOM UMB akan menggelar aksi untuk ketiga kalinya, menuntut penjelasan sanksi DO yang diterima Rivaldo dan beberapa rekan mereka.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya