Berita

pekanbaru/net

Nusantara

Wakil Walikota Pekanbaru Jadikan Kantor Dinas Tempat Evakuasi Bayi

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 09:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hingga saat ini musibah kabut asap tak kunjung ada solusi. Jutaan nyawa di Riau telah terancam hidupnya karena penyakit saluran pernapasan telah menjangkit mereka.

Untuk meringankan beban penderitaan warga Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menjadikan rumah dinas yang terletak di Jalan Ronggo Warsito 48, Gobah, dan kantor dinas di Jalan Jenderal Sudirman No. 464, Kota Pekanbaru, sebagai tempat evakuasi anak-anak dan bayi dari kabut asap.

Pasalnya, meski tidak ada titik api, Pekanbaru merupakan daerah yang paling merasakan dampak kabut asap tersebut.


"Padahal titik api tidak ada di Pekanbaru, warga Pekanbaru yang paling menderita. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), bandara yang terganggu, anak-anak yang diliburkan sudah lebih dari sebulan," kata Ayat, saat dihubungi, Rabu (7/10).

Kata Ayat, tercatat sebanyak 20 anak yang berasal dari Pesantren Al-Quds telah mengungsi di rumah dinasnya. Sementara di kantor dinas ada empat bayi yang dievakuasi dengan pelayanan semua kebutuhan bayi dan si ibu dipenuhi.

"Dan tenaga medis yang standby untuk membantu, tentu juga makan minum untuk ibu bayi tersebut," ungkap Ayat sebahaimana keterangan yang diterima redaksi sesaat lalu, Rabu (7/10).

Dijelaskan Ayat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru sendiri telah menyiagakan seluruh Puskesmas yang ada sebagai posko evakuasi warga. Selain itu, posko pemadam kebakaran dan bencana juga diminta selalu bersiap siaga memadamkan api, jika ditemukan ada lahan yang terbakar di Pekanbaru atau di daerah lain yang berbatasan dengan Pekanbaru.

"Selain membagikan masker dan menyediakan tempat evakuasi untuk balita, kami juga terus memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada terhadap kabut asap," pungkas Ayat. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya