Berita

basuki t. purnama/net

PKB Jakarta: Pingin Upahi RT/RW Berdasar Qlue, Ahok Bikin Masalah Baru

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 16:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta mengingatkan agar Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengkaji ulang wacana penggantian uang operasional Ketua rukun tetangga dan rukun warga (RT dan RW).

Ahok berencana mengganti uang operasional Ketua RT/RW dengan tunjangan berdasarkan prestasi mereka menindaklanjuti laporan warga lewat program Jakarta Smart City, yaitu aplikasi berbasis Android yakni Qlue.

"Ketua RT dan RW adalah bagian dari warga Jakarta resmi yang mempunyai latar belakang sosial, umur dan ekonomi yang tidak mempunyai persamaan seperti pegawai pemerintahan DKI, jadi tidak pantas diberi beban kerja sama dengan target membereskan laporan dari Qlue oleh Ahok." kata Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/10).


Jika Ahok ingin memotivasi RT dan RW untuk membenahi Jakarta, sebaiknya Ahok mengubah tunjangan operasional RT dan RW menjadi tunjangan kehormatan, dan kemudian memberi motivasi atau insentif tambahan berupa ikut partisipasi melapor di Qlue, tanpa perlu membereskan laporan masyarakat yang masuk.

DPW PKB DKI Jakarta tidak ingin wacana tunjangan operasi untuk RT dan RW menjadi program adu domba antar lurah, camat dan RT-RW. Jangan sampai wacana itu membuat RT dan RW menjadi konsumtif dengan menganti handphone android atau iphone.

Dari laporan Qlue yang sedang berjalan saja banyak laporan yang belum direspon oleh pegawai pemprov DKI, kebanyakan indikator warna kuning pada qlue lebih banyak daripada warna hijaunya, dan itu pun butuh puluhan hari terkadang beres jika direspon oleh pegawai terkait," kata Heriandi.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Ahok berencana mengubah sistem pemberian uang operasional bagi ketua RT dan RW.

Ahok menginginkan gaji para pegawai di RT dan RW ditentukan berdasarkan kinerjanya menindaklanjuti laporan dari masyarakat lewat program Jakarta Smart City berbasis ponsel pintar bernama Qlue.

"Kalau wacana ini direalisasikan, Ahok harus siap dengan gelombang pengunduran diri dari RT dan RW, karena jabatan RT dan RW itu bukan jabatan profesional," pungkasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya