Berita

mahyudin/rmol

Mahyudin: Keteladanan Pemimpin Mutlak Diperlukan

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Program Empat Pilar yang dicanangkan MPR sempat menjadi polemik panjang di masyarakat. Terutama menyangkut judul programnya "Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara" yang di dalamnya meliputi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Gugatan pun diajukan hingga akhirnya Mahkamah Konstitusi memutuskan frasa Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara diganti menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara).

Hal ini diceritakan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin di hadapan ratusan mahasiswa dalam gelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan MPR RI, di Gedung G Lantrai 1, Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Selasa ( 6/10 ).


Mahyudin melanjutkan, sebetulnya memang banyak pilar-pilar negara seperti bahasa, dan bendera merah putih, tapi empat pilar tersebut di atas yang paling utama.  Polemik frasa empat pilar seharusnya tidak dipermasalahkan kembali setelah berganti nama menjadi Empat Pilar MPR RI.

"Saya tekankan, dalam memahami kegiatan sosialisasi MPR ini yang terpenting adalah maksud, tujuan dan isinya serta dampak positifnya bukan mempermasalahkan judulnya. Tantangan bangsa ini sangat kompleks, berat dan sangat banyak.  Banyak yang harus dipikirkan dan diselesaikan ketimbang mempermasalahkan hal tersebut," tegas politikus Partai Golkar itu.

Untuk menuntaskan permasalahan bangsa, menurut Mahyudin, harus ada kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemimpin bangsa mulai dari tingkat daerah sampai pusat. Keteladanan pemimpin adalah kuncinya. Sekarang ini, lanjut dia, bangsa dihadapkan kepada permasalahan berkurangnya keteladanan pemimpin dan lemahnya penghayatan serta pengamalan agama.

"Keteladan pemimpin harus disadari oleh para pemimpin itu sendiri, mereka harus menjadi panutan agar rakyat mengikuti pemimpin," tandasnya.

Sosialisasi ini sendiri berlangsung selama satu hari, dengan menghadirkan beberapa narasumber yang sangat kapabel seperti anggota Fraksi Golkar MPR Bowo Sidik Pangarso, pengamat politik Ubeidillah Badrun, Wakil Rektor UNJ Mukhlis Rantoi Luddin dan Wakil Dekan I UNJ M. Jafar.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya